Wednesday, 14 November 2012

Wisata Kuliner Yogya Kaya Tapi Minim Pemetaan


Wisata Kuliner Yogya Kaya Tapi Minim Pemetaan 

Gudeg dan bakpia, atau juga geplak, boleh jadi telah menjadi ikon wisata kuliner di Yogyakarta. Tak lengkap rasanya ke kota ini tanpa mampir ke Wijilan untuk mencicipi gudeg, atau ke Pathuk untuk membeli bakpia sekadar oleh-oleh keluarga dan teman di rumah. 
Puji Qomariyah, dosen jurusan Sosiologi Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram Yogyakarta, mengatakan anggapan itu tak sepenuhnya benar. Itu dulu. Tapi kini?
»Selalu ada yang baru dalam dunia kuliner Yogyakarta,” katanya dalam pemaparan studinya tentang wisata kuliner Yogyakarta di kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 13 November 2012.
Yogyakarta, kata dia, menawarkana potensi wisata kuliner yang kaya. Selain Gudeg Wijilan dan Bakpia Pathuk, ada banyak warung dan toko dengan sajian khas yang cukup lezat. Sebut saja Bakmi Kadin, Peyek Yu Tum, Sate Klathak, Bakmi Mbah Mo, dan Bakmi Pak Lele. Sayangnya, tak banyak wisatawan dari luar daerah yang mengenal tempat-tempat itu. 
Ia menemukan, dari 44 warung dan tempat menjual makanan »mak nyus” yang menjadi contoh penelitiannya, hanya 12 di antaranya saja yang populer di kalangan masyarakat. »Tidak ada promosi,” katanya. 
Produk kuliner di Yogyakarta, kata dia, juga berkembang secara dinamis dan inovatif. Sebut saja Cakratela yang memanfaatkan ubi sebagai bahan bakunya. Atau warung sambal, yang menawarkan aneka sambal sebagai produk utamanya serta munculnya. 
Ia mengatakan selain persoalan kemasan produk, persoalan lain yang membuat sejumlah tempat tujuan wisata kuliner di Yogyakarta belum banyak dikenal wisatawan adalah kurangnya informasi. Peta agenda seni dan obyek wisata budaya mungkin banyak ditemui di tempat publik, tapi peta wisata kuliner dianggapnya masih kurang. »Perlu ada pusat informasi kuliner,” katanya. 
Kepala Seksi Makanan, Minuman, dan Tembakau Dinas Perindagkop dan UMKM DIY Sudarso mengatakan selama ini telah melakukan pembinaan dalam mengelola kemasan dan mutu produk sejumlah industri kecil. Adapun peta kuliner bisa saja dilakukan dengan kerjsama dengan Dinas Pariwisata.
sumber ; http://id.berita.yahoo.com/foto/wisata-kuliner-yogya-kaya-tapi-minim-pemetaan-foto-131848571.html
Share:

0 komentar:

Post a Comment