Thursday, 25 April 2013

Dolar Masih Melemah, Rupiah Melesat 30 Poin


Dolar Masih Melemah, Rupiah Melesat 30 Poin  Berlanjutnya pelemahan dolar terhadap mata uang dunia membuat rupiah kembali menapaki level 9.600.
Pada transaksi pasar uang, rupiah kembali menguat 30 poin (0,31 persen) ke level 9.690 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah akhirnya kembali ke level 9.600 setelah terdampar di level 9.700 sejak 14 Maret 2013.
Pengamat pasar uang, Lindawati Susanto, mengatakan rupiah masih terimbas pelemahan dolar di pasar uang. Sentimen global mulai membaik dan mata uang euro telah kembali ke level US$ 1,31. "Ini membuat tekanan terhadap rupiah mereda sehingga bangkit ke level 9.600."

Sentimen positif ditopang oleh keyakinan investor terhadap ekonomi global. Terutama setelah Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke menyatakan kondisi perbankan Negeri Abang Sam mulai pulih setelah diterpa krisis.
Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah belum terlalu besar karena permintaan dolar oleh korporat masih cenderung rendah. "Permintaan dolar baru meningkat apabila mendekati akhir bulan," ungkap Lindawati.
Di samping itu, penerbitan surat utang berharga negara (global bond) berhasil mengangkat rupiah. Kementerian Keuangan telah melelang lima seri surat utang dengan target indikatif Rp 7 triliun. Banyaknya dana asing yang masuk membuat Bank Indonesia (BI) lebih leluasa mengintervensi pasar.
Menurut Lindawati, rupiah mulai membentuk ekuilibrium baru dan akan bergerak di kisaran 9.600 hingga 9.700 per dolar. Meski demikian, investor perlu mewaspadai pembalikan arah dolar karena pergerakan mata uang euro sangat fluktuatif dan mudah digoyang sentimen. "Bila sanggup bertahan di level 9.600 hingga akhir kuartal kedua sudah cukup bagus."
Hingga pukul 17.00 WIB, dolar cenderung melemah terhadap mata uang Asia. Dolar Singapura ditransaksikan di 1,2376 per dolar AS, dolar Hong Kong 7,7626 per dolar AS, dan won 1.135,97 per dolar AS. Kemudian yuan 6,1939 per dolar AS, dan ringgit 3,0298 per dolar AS.
Share:

0 komentar:

Post a Comment