Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Monday, 19 October 2015

Tujuh pendaki tewas dalam kebakaran di Gunung Lawu berhasil dievakuasi

Dua pendaki lainnya ditemukan dalam keadaan kritis

GUNUNG LAWU. Pemandangan matahari terbit dan Gunung Lawu terlihat dari Gunung Merapi. Foto oleh Olivier Laban-Mattei/AFP
GUNUNG LAWU. Pemandangan matahari terbit dan Gunung Lawu terlihat dari Gunung Merapi. Foto oleh Olivier Laban-Mattei/AFP
MAGETAN, Indonesia — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan telah berhasil mengevakuasi tujuh pendaki yang tewas dalam musibah kebakaran di Gunung Lawu, Senin, 19 Oktober.
"Laporan petugas hingga Senin dini hari evakuasi terus dilakukan. Setelah itu berhenti karena gelap dan pagi harinya dilanjutkan lagi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Magetan Agung Lewis, Senin.
Para korban ditemukan berada di antara pos 3 dan 4 jalur pendakian Cemoro Sewu dengan ketinggian sekitar 1.500 hingga 2.500 meter dari permukaan air laut.
"Saat ditemukan petugas, kondisi para korban sangat mengenaskan. Mereka sudah terpanggang dengan posisi tergeletak di sejumlah titik," kata Agung.
Selain mengevakuasi korban tewas, petugas juga mengevakuasi dua korban kritis. Mereka lalu langsung dibawa ke RSUD dr Sayidiman Magetan untuk mendapatkan perwatan medis lebih lanjut.
Empat dari korban tewas telah berhasil teridentifikasi, sedangkan sisanya masih proses identifikasi oleh petugas RSUD dr Sayidiman Magetan. Mereka adalah Rita Septi Nurika (21) warga Paron, Ngawi; Nanang Setia (16) warga Beran, Ngawi; Marwan warga Beran, Ngawi; dan Joko Prayitno (31) warga Kebun Jeruk, Jakarta.
Selain tujuh pendaki tewas, kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu juga menyebabkan sejumlah pendaki lainnya kritis akibat luka bakar di atas 50 persen. Pendaki yang dalam keadaan kritis adalah, Eko Nurhadi (45) warga Karangjati, Ngawi, dan Novi Dwi (14) warga Beran, Ngawi.
Setelah dirawat di RSUD dr Sayidiman, korban luka Eko dirujuk ke RSUD dr Soedono Madiun, sedangkan Novi Dwi dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo, Jawa Tengah.
Tim SAR gabungan dari BPBD Magetan, Kodim 0804/Magetan, Polres Magetan, dan relawan Anak Gunung Lawu terus melakukan penyisiran untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya pendaki yang terjebak kebakaran hutan di lereng gunung yang berada di perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah tersebut.
Sementara, sejak dua pekan terakhir, kebakaran kembali melanda hutan di lereng Gunung Lawu. Kebakaran tersebut merupakan kebakaran yang ke dua kalinya selama musim kemarau setelah kebakaran hutan melanda lereng setempat pada Agustus 2015 lalu.
Pendaki tidak tercatat
"Berdasarkan data yang ada, para pendaki korban tewas dan luka tersebut tidak tercatat di buku pendaftaran pos Cemoro Sewu," ujar Agung.
Kepastian itu diperoleh menyusul penutupan jalur pendakian Gunung Lawu melalui pos Cemoro Sewu yang telah dilakukan sejak 16 Oktober 2015.
"Para pendaki korban tewas dan luka akibat kebakaran hutan di lereng Lawu tersebut dipastikan tidak berangkat melalui jalur pendakian Cemoro Sewu. Hal itu karena jalur pendakian Cemoro Sewu telah ditutup per tanggal 16 Oktober," kata Agung.
Penutupan jalur pendakian tersebut dilakukan oleh petugas karena di sekitar jalur tersebut terjadi bencana kebakaran hutan yang dapat mengancam keselamatan pendaki.
Diperkirakan, para pendaki tersebut naik Gunung Lawu melalui sejumlah jalur lain yang ada. Di antaranya jalur Cemoro Kandang di Karanganyar, Jawa Tengah, jalur Candi Ceto, ataupun jalur Jogorogo

Source : rappler.com
Share:

Thursday, 15 October 2015

Malam 1 Suro di Puncak Gunung Lawu, Puluhan Pendaki Kelelahan

'Goosebumps,' Horor yang Tak Bikin Merinding Halloween akan segera datang, tandanya para hantu akan kembali bergentayangan. Kali ini, mereka tidak berkeliaran di jalanan atau kuburan, melainkan di film Goosebumps.

Namun Anda tidak perlu takut, hantu-hantu dalam film garapan sutradara Rob Letterman ini tidak terlalu menakutkan. Sebaliknya, kata "konyol" agaknya lebih tepat merepresentasikan keberadaan mereka.

Dikisahkan, Zach, yang diperankan oleh Dylan Minnette, harus pindah ke kota kecil di Amerika Serikat, karena ibunya, Gale, yang diperankan Amy Ryan, harus melakoni pekerjaan sebagai wakil kepala sekolah di sana.

Kota kecil itu ternyata memberikan petualangan baru untuk Zach, ia bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Hannah (Odeya Rush), yang tidak lain adalah anak penulis misterius R.L Stine (Jack Black).

Pertemuannya dengan Hannah adalah tanda dimulainya petualangan Zach. Namun bukan film Hollywood namanya kalau tak disisipi bumbu romansa, begitu pula dalam film Goosebumps ini. Jatuh cinta pada Hannah, yang membuat Zach rela melakukan apa pun untuk si gadis cantik.

Stine, selaku ayah Hannah, adalah orang tua yang sangat protektif. Ia tidak memperbolehkan Hannah bermain dengan Zach. Sampai suatu saat, terjadi sebuah pertengkaran besar antara anak dan ayah. Hal tersebut membuat Zach geram dan ingin segera menolong Hannah.

Rasa cinta Zach untuk Hannah ternyata membawa malapetaka. Ketika ia berusaha membawa Hannah kabur dari rumahnya, Zach melakukan kesalahan besar. Ia membuka buku-buku karangan Stine yang ternyata adalah sarang para monster.

Dari situ lah para hantu mulai bergentayangan dan memaksa Zach, sebagai pemeran utama, untuk mencari cara agar dapat mengurung kembali para monster. 

Sejak saat itu, Zach  harus bersusah payah melawan dan memandu teman-temannya mengalahkan monster yang dipimpin sebuah boneka jahat bernama Slappy.

Ketika sedang melakoni perannya sebagai pembasmi hantu, Zach mendapati kenyataan pahit tentang jati diri Hannah yang membuat kisah cintanya rumit. 

Slappy sendiri adalah karakter karangan R.L Stine dalam novel Goosebumps-nya yang berjudul Night of The Living Dummy.

Uniknya, film ini mencoba untuk merealisasikan hantu-hantu yang ada dalam novel karangan Stine pada 1990-an silam. Sebut saja anjing pembunuh manusia yang ada dalam buku Goosebumps episode The Barking Ghost, kemudian manusia serigala dalam edisi The Werewolf of Fever Swamp.

Tak Horor-horor Amat

Goosebumps dikenal sebagai novel menakutkan, tidak sedikit orang yang membacanya mengalami masalah tidur pada malam hari, atau setidaknya merasakan bulu kuduk berdiri.

Akan tetapi, terdapat perbandingan yang sangat jauh antara novel dan filmnya. Film Goosebumps ini lebih banyak menampilkan sisi humor dibandingkan unsur horor. Buktinya, hampir seluruh karakter dalam film itu memiliki sifat konyol, bahkan para hantu dan monsternya sekalipun.

Berbeda dengan novel asli karangan R.L Stine itu, yang selalu mengedapankan cerita berbau misterius dan ketegangan tingkat tinggi.

Selain itu, peran Jack Black dalam film ini juga membuat unsur horornya mengurang. Seperti yang kita ketahui, Jack Black akan terus menjadi Jack Black. Pria berusia 46 tahun itu memang terkenal lihai dalam memainkan karakter lucu. Sebut saja School of Rock, Tenacious D dan Gulliver's Travels.

Jika memang Rob Letterman ingin menjadikan Goosebumps sebagai film horor sesuai novelnya, Jack Black jelas bukan lah pilihan yang tepat.

Alur cerita film Goosebumps ini sangat bertolak belakang dengan novelnya. Seperti diketahui, novel Goosebumps selalu menyajikan kejutan-kejutan yang dapat membuat pembacanya kaget.

Film tersebut dapat dikatakan sebagai film yang mudah dicerna, penontonnya tidak perlu berpikir banyak dan memutar otak untuk menikmati film tersebut.

Namun terdapat satu kesamaan antara buku dan film Goosebumps ini. R.L Stine dikenal sebagai penulis buku yang memiliki ending tak terduga.

Tampaknya, Rob Letterman mencoba memasukan unsur itu dalam film Goosebump dan ia telah berhasil memberikan "pelintiran" atau kejutan yang telah menjadi ciri khas novel karangan Stine itu.

Dengan bantuan animasi yang cukup mengagumkan dan musik yang membuat hati berdebar-debar, film ini cocok untuk menjadi tayangan keluarga. Apalagi Halloween sudah dekat, dengan menonton film ini, Anda dapat membangkitkan semangat Halloween.

Film yang disutradai Rob Letterman ini juga menampilkan artis seperti Ryan Lee, Jillian Bell, Ken Marino dan Halston Sage. Walaupun nama mereka masih terdengar awam di telinga masyarakat, namun mereka cukup baik dalam memainkan peran pendukung.

Rob Letterman sendiri memulai karirnya dengan film-film animasi seperti Shrek, Shark Tale, Monsters vs. Aliens. Ia juga sempat menggarap film komedi yang juga menampilkan Jack Black sebagai peran utama, yakni Gulliver's Travels.

Melihat dari sejarahnya, tidak heran ia dapat membuat Goosebumps menjadi film komedi yang dapat mengundang tawa penontonnya.

Di Indonesia, Goosebumps mulai dapat disaksikan di bioskop pada Rabu (14/10) di Indonesia. Sementara tanggal rilis resmi global sebenarnya masih dua hari lagi, Jumat (16/10)
Share:

Saturday, 3 October 2015

Hari Batik Nasional, Perajin Didorong Gunakan Logo 'Batik Indonesia


Jakarta:Perajin dan pengusaha batik didorong untuk mencantumkan logo bertuliskan “Batik Indonesia” bersama merek dagang masing-masing produk. Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan pencantuman logo tersebut agar batik Indonesia mudah dikenal, tepercaya untuk dunia, dan untuk menjaga kualitas setiap batik Indonesia.

"Perajin diharapkan dapat menyertakan logo batikmark Batik Indonesia dengan Hak Cipta nomor 034100,” kata Saleh  saat membuka secara resmi peringatan Hari Batik Nasional di Museum Tekstil, Jakarta. 

Menurut Saleh kualitas batik juga dijaga untuk menghadapi tantangan jangka panjang. "Saat ini citra batik Indonesia semakin bertambah setelah para perajin  menerapkan produksi bersih (cleaner production) disertai dengan ekoefisiensi (eco-efficiency)," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat 2 Oktober 2015. 

Ini memberikan indikasi produk batik Indonesia sudah berwawasan lingkungan dan berpengaruh positif terhadap pasar. Apalagi batik telah dikenal kaya motif yang mempunyai filosofi, nilai seni, dan warisan budaya yang tinggi, desain menarik sesuai trend atau mode yang terus berkembang.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian  Euis Saedah mengatakan penggunaan pewarna alami menjadi nilai tambah batik Indonesia. Keragaman tanaman yang dimiliki Nusantara sebagai bahan baku pewarna menjadi keunggulan. “Benefitnya, perajin leluasa untuk terus mengembangkan warna alam dan diterapkan ke batik yang diproduksi,” katanya. 

Ketua Yayasan Batik Indonesia Jultin Ginandjar Kartasasmita menegaskan, organisasinya terus mendukung pembatik agar bisa memakai pewarna alami. Pihaknya juga mendukung agar para perajin dan pelaku usaha mulai mengurangi atau bahkan tidak lagi memakai pewarna kimia yang tidak ramah lingkungan. 

 Kementerian Perindustrian juga telah menyelesaikan SNI Batik Pengertian dan Istilah. Dan pada 2015 ini juga sedang menyusun Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) tentang Batik Tulis, Batik Cap dan Batik Kombinasi.

Jumlah usaha skala Pembatikan IKM di Indonesia saat ini tercatat sejumlah 39.641 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 916.783 orang dan nilai produksi sebesar US$ 39,4 Juta serta total ekspor sebesar US$ 4,1 Juta. Pemerintah juga mengapresiasi Yayasan Batik Indonesia yang telah berperan penting dalam mewujudkan transformasi kultural menuju modernisasi masyarakat batik, baik sebagai perajin, fashion designer maupun pengguna.

Peringatan Hari Batik Nasional merupakan bagian tak terpisahkan atas pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO menjadi warisan Budaya Tak Benda peninggalan budaya dunia, yang ditetapkan tanggal 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi. Pemerintah melalui Keppres Nomor 33 tahun 2009 pada tanggal 17 November 2009 juga telah ditetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.

Source : bisnis.tempo.co
Share:

Tuesday, 22 September 2015

Wisata kuliner Blora


Pusat kuliner khas Blora
Kawasan kuliner ini sudah berdiri 60 tahun dan dikelola oleh pemda Blora, sajian kuliner yang rekomend dicoba adalah sate, ditempat ini ada kompleks pondok sate Mustika dengan sate Bloranya yang khas, sate ayam dengan bumbu gurih dibakar hingga matang dengan bumbu kacang dan kuah opor yang gurih.
Selain sate ayam Blora ada juga sate kambing, soto ayam, rawon, hingga lontong tahu.
Pusat kuliner khas Blora buka mulai jam 06.00 hingga jam 24.00
Share:

Thursday, 17 September 2015

Sejarah Pura Uluwatu

Sejarah Pura Uluwatu

Pura Uluwatu terletak di Desa Pecatu, sebuah Desa yang terletak di kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung-Bali ini sangat terkenal dengan objek wisata andalan yaitu Pura Uluwatu, desa ini juga terkenal dengan tempat dimana banyak hotel & fasilitas wisata berada. Lokasi yang sangat strategis dengan keindahan alam yang luar biasa membuat desa ini dipilih oleh para investor untuk menanamkan modal usahanya, contohlah Bulgari Hotels & Resorts, Bali, Alila Villas Uluwatu, The Istana, Tirtha Bali, The Edge, The Khayangan estate dan masih banyak lagi hotel maupun wedding venue yang dapat and temui di desa satu ini.
Pura  Uluwatu berdiri kokoh dibatu karang yang menjorok ke tengah lautan dengan ketinggian kurang lebih 97 meter membuat pura ini menjadi sangat indah, tebing berbatu disekeliling pura memberikan pemandangan yang sangat luar biasa dan sangat memanjakan mata para wisatawan yang mengunjunginya. Selain itu laut dibawahnya juga tidak kalah menariknya untuk mecuri perhatian para peselancar dunia untuk sekedar menikmati ombak-ombak yang tercipta disebelah kanan Pura Uluwatu. Keindahan panorama disekeliling Pura Uluwatu akan semakin memukau para wisatawan pada saat matahari terbenam/sunset yang dapat dinikmati dari beberapa sisi tebing diseputar pura, apalagi kemudian kehadiran tari kecak Uluwatu yang dipentaskan di panggung terbuka membuat tempat wisata ini semakin diminati oleh wisatawan seluruh dunia.

Mpu Kuturan dan sejarah Pura Uluwatu

Tidak diketahui secara jelas kapan pura uluwatu dibangun oleh Mpu Kuturan atau Mpu Rajakreta pada masa pemerintahan suami-istri Sri Msula-Masuli pada sekitar abad XI. Namun, ada fakta menarik dari tinggalan historis di Pura Luhur Uluwatu. Tinggalan kuno di pura ini berupa candi kurung atau kori gelung agung yang menjulang megah membatasi areal jaba tengah dengan jeroan pura, diprediksi pura ini sudah ada sejak abad ke-8. Candi kuno itu menatahkan hitungan tahun Isaka dengan candrasangkala gana sawang gana yang berarti tahun Isaka 808 atau sekitar 886 Masehi. Jadi, sebelum datangnya Mpu Kuturan ke Bali.
Pura Luhur Uluwatu Berperan mempunyai peranan penting dalam ista dewata Bali. Dalam PadmaBhuana di Bali Purai Uluwatu terletak di daerah baratdaya, dimana merupakan tempat memuja dewa Rudra.. Selain posisi geografis, keunikan lain dari Pura Luhur Uluwatu adalah arah pemujaan yang menuju Barat Daya. Umumnya, di beberapa prahyangan lainnya di Bali, yang pemujaannya menghadap ke utara dan timur.Ketika kita lihat di sebelah kiri sebelum memasuki candi terdapat pelinggih Dalem JUrit ini dapat ditemukan 3 tugu Tri Murti, merupakan subuah tempat memuja Dewa Siwa Rudra. Di jaba tengah ini kita menoleh ke kiri lagi ada sebuah bak air yang selalu berisi air meskipun musim kering sekalipun. Hal ini dianggap suatu keajaiban dari Pura Luhur Uluwatu. Sebab, di wilayah Desa Pecatu adalah daerah perbukitan batu karang berkapur yang mengandalkan air hujan. Karena ada keajaibannya, maka bak air itu dikeramatkan. Biasanya digunakan untuk kepentingan tirta suci. Kemudian selanjutnya dari jaba tengah terus masuk akan melalui Candi kurung, candi Kurung ini yang menduga dibuat yaitu sekitar abad 11, Masehi jika dihubungkan dengan keberadaan Candi Kurungbersayap yang ada di Pura Sakenan. Namun ada juga yang berpendapat bahwa Candi Kurung bersayap seperti ini ada di Jawa Timur peninggalan purbakala di Sendang Duwur dengan Candra Sengkala yaitu tanda tahun Saka dengan kalimat dalam bahasa Jawa Kuna sbb: Gunaning salira tirtha bayu, artinya menunjukkan angka tahun Saka 1483 atau tahun 1561 Masehi.
Candi Kurung Padu Raksa bersayap di Sendang Duwur sama dengan Candi Kurung Padu Raksa di Pura Luhur Uluwatu. Dengan demikian nampaknya lebih tepat kalau dikatakan bahwa Candi Kurung Padu Raksa di Pura Luhur Uluwatu dibuat pada zaman Dang Hyang Dwijendra yaitu abad XVI. Karena Dang Hyang Dwijendra-lah yang memperluas Pura Luhur Uluwatu. Setelah kita masuk ke jeroan (bagian dalam pura) kita menjumpai bangunan yang paling pokok yaitu Meru Tumpang Tiga tempat pemujaan Dewa Siwa Rudra. Bangunan yang lainnya adalah bangunan pelengkap saja seperti Tajuk tempat meletakkan upacara dan Balai Pawedaan tempat pandita memuja memimpin upacara. Upacara piodalan atau hari raya besar di Pura Uluwatu jatuh pada hari Kliwon, wuku medangsia.

Kisah Sejarah Pura Uluwatu diawali dengan pemberian wahyu kepada Dhangyang Dwijendra.

Dikisahkan ketika pada suatu hari pada anggara kliwon wuku medangsia Dhangyang Dwijendra diberi wahyu dari Tuhan pada hari itu juga beliau harus pergi ke sorga. Pendeta Hindu asal Jawa Timur yang juga menjadi bhagawanta (pendeta kerajan) Gelgel pada masa keemasan Dalem Waturenggong sekitar 1460-1550, merasa bahagia karena saat yang dinanti-nantikannya telah tiba. Namun, pendeta yang juga memiliki nama Danghyang Nirartha itu masih menyimpan satu pusataka yang bakal diberikan kepada putranya. Di bawah ujung Pura Uluwatu, tampak seorang nelayan bernama Ki Pasek Nambangan. Danghyang Dwijendra meminta agar Ki Pasek Nambangan mau menyampikan kepada anaknya, Empus Mas di desa Mas bahwa Danghyang Dwijendra menaruh sebuah pustaka di Pura Luhur Uluwatu. Kemudian KiPasek Nambanganpun memberikan sebuah permintaan dari Dhangyang Nirarta. Kemudian KiPasek Nambangan akhirnya pergi, sementara Dhangyang Dwijendra melakukan tapa yoga semadi. Selanjutnya  Maha Resipun akhirnya moksah (Pergi ke surga tanpa meninggalkan badan kasar) dengan cepat seperti sebuah kilat. KIPasek nambangan hanya melihat sebuah cahaya ke angkasa.
Cerita sejarah Pura Uluwatu ini kemudian berkembang menjadi kepercayaan masyarakat setempat dan Hindu di Bali. Bahwa keberadaan Pura Uluwatu memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan beragama masyarakat Hindu di Bali.

Sumber : uluwatukecakdance.com



Share:

Monday, 3 December 2012

Tiga Satwa Langka di Bali Zoo Melahirkan Bayi


Tiga Satwa Langka di Bali Zoo Melahirkan Bayi 

Tiga satwa langka yang menjadi koleksi Bali Zoo Park, Gainyar, Bali, melahirkan bayinya masing-masing selama Oktober hingga November 2012. Kelahiran tersebut menambah jumlah koleksi di kebun binatang tersebut menjadi sekitar 60 ekor.
Koordinator Tim Kesehatan Bali Zoo, IGA Rangga Wiradarma, menjelaskan, pada 21 November 2012 lahir bayi jalak bali dengan berat 66 gram. Setelah 9 hari berada dalam sarangnya, bayi Jalak Bali tersebut dipisahkan dari induknya untuk ditempatkan pada inkubator dengan suhu 26 derajat Celsius.
Bayi jalak bali tersebut akan berada di tempat khusus itu selama satu bulan. Setiap jam diberikan empat perut jangkrik yang telah direndam sebagai makanannya. "Karena kondisinya masih lemah harus kami jaga suhu dan makanannya,” kata Rangga, Senin, 3 Desember 2012.
Induk jalak bali tersebut berasal dari penangkaran jalak bali milik pelukis ternama, Antonio Blanco, di Gianyar, Bali.
Sebelumnya, yakni pada 17 November 2012, pasangan owa jawa yang diberi nama Minul dan Koko melahirkan seekor bayi dengan berat 500 gram. Belum diketahui jenis kelaminnya karena hingga kini masih berada dalam gendongan induknya.
Pasangan owa jawa dengan usia 12 tahun itu didatangkan langsung dari habitatnya di daratan Pulau Jawa. Bayi owa jawa biasanya dilahirkan setelah usia dalam kandungan induknya mencapai 7 bulan.
Selain jalak bali dan owa jawa, pada 6 Oktober 2012 lalu induk betina kanguru tanah yang juga disebut Walabi melahirkan bayi dengan berat 400 gram. Berbeda dengan jalak bali, bayi kanguru tanah ini langsung ditempatkan di sisi induknya.
"Makan dan minumnya masih murni ASI sampai berumur 1 tahun nanti," ujar Public Relations Executive Bali Zoo, Emma Kristiana Chandra.
Induk kanguru tanah diberikan makanan dua kali sehari berupa kacang panjang, jagung, sayur hijau, dan sejenisnya. Hewan langka dengan habitat asal Pulau Irian Jaya ini didatangkan dari Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, Mei 2012, bersama 1 ekor kanguru tanah lainnnya.
Dengan demikian, Bali Zoo memiliki tiga ekor jalak bali, lima ekor owa jawa, dan sembilan ekor kanguru tanah.
sumber;http://id.berita.yahoo.com/tiga-satwa-langka-di-bali-zoo-melahirkan-bayi-085423700.html

Share:

Saturday, 17 November 2012

Festival Sasando Jadi Ikon Pariwisata NTT

Festival Sasando Jadi Ikon Pariwisata NTT 
Kupang: Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, berharap Sasando bisa menjadi ikon pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk itu, dibutuhkan promosi secara nasional dan internasional. "Sasando diharapkan bisa menjadi ikon NTT," kata Sapta saat menggelar konfrensi pers, Selasa, 13 November 2012.
Wakil Menteri Pariwisata datang ke Kupang untuk menghadiri Festival Sasando yang digelar di Kupang tadi malam. Festival Sasando ini akan melibatkan artis-artis nasional, seperti Ita Purnama Sari dan Dwiki Darmawan.
Sasando, menurut Sapta, merupakan alat musik yang sangat unik, karena terbuat dari daun lontar dan hanya terdapat di Kabupaten Rote Ndao. "Saya berani bertaruh, tidak ada Sasando di tempat lain. Selain di NTT," katanya.
Alat musik Sasando ini terbuat dari daun pohon lontar yang banyak terdapat di Rote Ndao. Pohon lontar itu bukan ditanam, tapi tumbuh dengan sendirinya. "Saya tanya, pohon lontar itu siapa yang tanam. Katanya tumbuh sendiri. Berarti ini karunia yang harus dijaga," katanya.
Selain Sasando, menurut Sapta, NTT masih memiliki banyak objek wisata yang perlu dipromosikan, di antaranya Kelimutu yang dianggapnya sebagai lokasi wisata kelas dunia. Pantai Nembrala, Taman Laut Mbay, Komodo, Kampung Bena yang dipenuhi megalitik, serta panasnya Kupang. "Cuaca panas di Kupang bisa dijadikan wisata oleh warga asing yang hanya miliki dua bulan musim panas dalam setahun," katanya.
Potensi-potensi wisata ini, dia menambahkan, perlu ditata dan dipromosikan secara baik, sehingga dikenal secara nasional maupun internasional. 
sumber ; http://id.berita.yahoo.com/festival-sasando-jadi-ikon-pariwisata-ntt-231854572.html
Share:

Thursday, 15 November 2012

Takabonerate Island Expedition 2012 Dimulai

Takabonerate Island Expedition 2012 Dimulai
Makassar: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan kembali akan menggelar kegiatan Takabonerate Island Expedition di Pulau Takabonerate. Kegiatan ini adalah yang keempat kalinya dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, tahun ini, kegiatan ini akan lebih banyak melibatkan masyarakat di dalamnya.
"Kegiatan akan kami pusatkan di Pantai Marina, Benteng Selayar," ujar Jufri saat jumpa pers di Gedung Mulo, Selasa, 13 November 2012. Puncak acara akan dilaksanakan pada 21 November 2012.
Dia menambahkan, yang ingin disasar sebenarnya adalah memanggil pulang orang-orang Selayar yang sedang dalam perantauan untuk kembali ke Selayar untuk berinvestasi, salah satu jalannya adalah melalui Takabonerate Island Expedition ini. Kegiatan ini memang lebih membidik wisatawan lokal dibandingkan dengan wisatawan mancanegara.
"Kesalahan kami sebenarnya, kegiatan wisata yang dikatakan berhasil jika diikuti oleh wisatawan mancanegara. Padahal, potensi dari wisatawan domestik sebenarnya lebih besar," ujar Jufri.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini juga akan dilengkapi dengan kegiatan Fun Diving atau Selam Gembira. Namun, kali ini untuk kegiatan wisata Fun Diving atau Selam Gembira akan ditempatkan di pantai timur Pulau Selayar. "Karakteristik dan pemandangan bawah lautnya hampir sama dengan yang ada di Takabonerate. Ditambah lagi tempat itu akan lebih mudah diakses dibandingkan dengan yang ada di Takabonerate," ujar Jufri.
Dia menambahkan, salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjadikan Selayar sebagai front office dari Takabonerate. Beberapa item acara yang akan dilaksanakan dalam kegiatan ini di antaranya aksi bersih pantai, pelepasan tukik penyu, lomba permainan rakyat, dan lomba lari malam.
Ketua Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia, Nico B. Pasaka, berharap kegiatan Takabonerate Island Expedition tahun ini akan bisa menjadi batu loncatan untuk menggiatkan Sail Takabonerate 2014. "Kami harap Takabonerate juga bisa jadi tujuan wisata nasional, seperti Sail Morotai maupun Raja Ampat, Papua" ujarnya.
sumber ; http://id.berita.yahoo.com/takabonerate-island-expedition-2012-dimulai-231836735.html
Share:

1 Suro, warga Solo kirab pusaka di Istana Mangkunegaran

Ribuan warga Solo dan berbagai daerah berebut air bekas jamasan pusaka, saat digelar peringatan malam 1 Suro 1946 di Istana Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah. Seperti biasanya, memperingati tahun baru 1 Suro 1946 dalam penanggalan jawa atau 1 Muharam 1434 Hijriah, Istana Mangkunegaran mengadakan tradisi kirab pusaka mengelilingi benteng.

Pantauan merdeka.com, Rabu (14/11) malam, hujan yang mengguyur Kota Solo sejak Rabu siang, tak menyurutkan animo masyarakat untuk mengikuti kirab bersama keluarga Istana Mangkunegaran, abdi dalem serta wisatawan domestik maupun mancanegara.Sebelum dikirab terlebih dahulu dilakukan jamasan (pencucian) puluhan pusaka.

Usai jamasan, ribuan warga berebut air bekas jamasan pusaka milik Istana Mangkunegaran. Masyarakat masih percaya air yang telah digunakan untuk mencuci beberapa tombak pusaka itu bisa memberikan keberkahan. Sebagian warga ada yang sudah menyiapkan botol-botol air mineral. Sebagian cukup mengambil air itu lalu dicucikan pada pada mukanya.

"Ini untuk saya masukkan ke sumur di rumah, biar airnya berkah, segar dan menyehatkan" ujar Sartini, warga Nguter Sukoharjo, yang ikut berebut air.

Hal sama juga dikemukakan Kartijah, warga Salatiga, yang menyempatkan diri ke Solo. "Saya selalu ke Mangkunegaran setiap 1 suro. Saya ambil air jamasan satu botol. Nanti sesampai rumah saya tebarkan ke sawah dan kebun, biar subur dan panennya banyak. Ini juga bisa buat obat kalau sakit mas" katanya.

Kirab pusaka di Istana Mangkunegaran, dimulai pukul 19.50 WIB. Ribuan warga abdi dalem dan wisatawan juga ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Kirab mengelilingi Istana Mangkunegaran tersebut dilepas oleh Adipati Mangkunagara ke X, Raja Sri Paduka Mangkunegara IX dari pendapa istana.

Selain istana Mangkunegaran, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga menggelar acara yang sama. Di keraton peninggalan dinasti Mataram tersebut akan menggelar kirab 10 pusaka dan 9 kebo bule atau Kebo Kyai Slamet, pada Kamis dinihari.
Sumber: Merdeka.com
Share:

Wednesday, 14 November 2012

Kirab Kerbau Bule Disiarkan Langsung TV Singapura


Kirab Kerbau Bule Disiarkan Langsung TV Singapura

 Surakarta - Keraton Kasunanan Surakarta bakal menggelar kirab untuk menyambut Tahun Baru Jawa, Kamis dinihari 15 November 2012. Sembilan ekor kerbau albino alias kerbau bule akan menjadi barisan terdepan iring-iringan kirab tersebut.
Koordinator kirab, KRMH Satryo Hadinoto, mengatakan bahwa kirab itu merupakan tradisi yang sudah berjalan ratusan tahun. "Harus terus terselenggara, meski dengan berbagai keterbatasan, termasuk keterbatasan biaya,"katanya, Selasa, 13 November 2012.
Satryo menjelaskan bahwa Keraton membiayai kirab secara mandiri selama tiga tahun terakhir. "Sebelumnya, bantuan dari pemerintah pasti ada," katanya. Pada tahun ini Pemerintah Kota Surakarta hanya membantu membiayai Festival Satu Sura yang diselenggarakan pada hari yang sama.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kirab  diperkirakan akan diikuti oleh ribuan kerabat keraton serta abdi dalem. Selain sembilan ekor kerbau bule, mereka juga akan mengirabkan sepuluh buah pusaka keraton. "Kami sedang memilih sepuluh dari sekian banyak pusaka yang ada di keraton," katanya.
Dia memastikan bahwa ritual budaya akan disaksikan oleh ribuan masyarakat serta wisatawan. Mereka akan memadati jalan-jalan yang dilalui oleh peserta kirab. "Kami berharap kegiatan ini berdampak positif bagi dunia pariwisata di Surakarta," katanya.
Kirab pada tahun ini, menurutnya, juga diliput oleh salah satu stasiun televisi asal Singapura. "Akan disiarkan di seluruh stasiun yang jaringannya ada di Asia Tenggara," katanya. Satryo berharap kerja sama tersebut mampu mempromosikan Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa.
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Surakarta, Widdi Sri Hanto, menyatakan pihaknya ikut mendukung kegiatan tersebut dengan terlibat di Festival Satu Sura. Acara tersebut akan mementaskan sejumlah ritual budaya yang selama ini berkembang di Surakarta.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan tujuh kelurahan yang dilewati kirab," katanya. Pihaknya meminta agar kelurahan tersebut memasang umbul-umbul dan janur kuning. Tempat usaha yang terletak di tepi jalan sepanjang jalur kirab juga diminta melakukan hal yang sama untuk menyambut datangnya Tahun Baru Jawa tersebut.
sumber ; http://id.berita.yahoo.com/kirab-kerbau-bule-disiarkan-langsung-tv-singapura-092646610.html
Share:

Wisata Kuliner Yogya Kaya Tapi Minim Pemetaan


Wisata Kuliner Yogya Kaya Tapi Minim Pemetaan 

Gudeg dan bakpia, atau juga geplak, boleh jadi telah menjadi ikon wisata kuliner di Yogyakarta. Tak lengkap rasanya ke kota ini tanpa mampir ke Wijilan untuk mencicipi gudeg, atau ke Pathuk untuk membeli bakpia sekadar oleh-oleh keluarga dan teman di rumah. 
Puji Qomariyah, dosen jurusan Sosiologi Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram Yogyakarta, mengatakan anggapan itu tak sepenuhnya benar. Itu dulu. Tapi kini?
»Selalu ada yang baru dalam dunia kuliner Yogyakarta,” katanya dalam pemaparan studinya tentang wisata kuliner Yogyakarta di kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 13 November 2012.
Yogyakarta, kata dia, menawarkana potensi wisata kuliner yang kaya. Selain Gudeg Wijilan dan Bakpia Pathuk, ada banyak warung dan toko dengan sajian khas yang cukup lezat. Sebut saja Bakmi Kadin, Peyek Yu Tum, Sate Klathak, Bakmi Mbah Mo, dan Bakmi Pak Lele. Sayangnya, tak banyak wisatawan dari luar daerah yang mengenal tempat-tempat itu. 
Ia menemukan, dari 44 warung dan tempat menjual makanan »mak nyus” yang menjadi contoh penelitiannya, hanya 12 di antaranya saja yang populer di kalangan masyarakat. »Tidak ada promosi,” katanya. 
Produk kuliner di Yogyakarta, kata dia, juga berkembang secara dinamis dan inovatif. Sebut saja Cakratela yang memanfaatkan ubi sebagai bahan bakunya. Atau warung sambal, yang menawarkan aneka sambal sebagai produk utamanya serta munculnya. 
Ia mengatakan selain persoalan kemasan produk, persoalan lain yang membuat sejumlah tempat tujuan wisata kuliner di Yogyakarta belum banyak dikenal wisatawan adalah kurangnya informasi. Peta agenda seni dan obyek wisata budaya mungkin banyak ditemui di tempat publik, tapi peta wisata kuliner dianggapnya masih kurang. »Perlu ada pusat informasi kuliner,” katanya. 
Kepala Seksi Makanan, Minuman, dan Tembakau Dinas Perindagkop dan UMKM DIY Sudarso mengatakan selama ini telah melakukan pembinaan dalam mengelola kemasan dan mutu produk sejumlah industri kecil. Adapun peta kuliner bisa saja dilakukan dengan kerjsama dengan Dinas Pariwisata.
sumber ; http://id.berita.yahoo.com/foto/wisata-kuliner-yogya-kaya-tapi-minim-pemetaan-foto-131848571.html
Share:

Thursday, 8 November 2012

Grojogan Sewu Tawangmangu

Air Terjun Grojogan Sewu, berada di Kecamatan Tawangmangu, memiliki luas lahan 20 ha, dapat ditempuh dengan kendaraan umum dari terminal bus Tawangmangu atau berjalan kaki sejauh 1 km, serta dapat dijangkau dengan mudah dari villa-villa maupun penginapan dan hotel di sekitarnya. Grojogan sewu sendiri sebenarnya hanya terdiri dari 1 buah air terjun dengan ketinggian 80 meter, disebelahnya terdapat puluhan kucuran kecil dari mata air diatasnya. Udara yang sejuk dan panorama yang indah menjadi daya pikat tersendiri dari obyek wisata ini. Grojogan Sewu telah menjadi tujuan utama wisatawan domestic maupun manca negara yang datang ke Tawangmangu.
Untuk dapat mencapai lokasi air terjun pengunjung harus berjalan kaki menuruni ratusan anak tangga mulai dari pintu masuk di loket satu, atau berjalan kaki melewati hutan pinus lewat loket dua di sebelah barat dari areal komplek wisata dengan kondisi jalanan yang sedikit menanjak. Selain menikmati keindahan air terjun, pengunjung juga dapat menikmati segarnya berenang di air kolam yang dingin maupun bersantai bersama keluarga didalam areal komplek air terjun, atau bermain di sungai yang jernih airnya, juga ratusan monyet berekor panjang di komplek ini siap menghibur hati. Pengunjung bisa memberi makan monyet-monyet secara langsung tapi harus berhati-hati karena mereka tergadang ganas bila sedang berebut.

Diluar komplek pengunjung akan disuguhi aneka barang kerajinan, souvenir dan makan  ringan untuk oleh-oleh khas dari Tawangmangu yang tersaji di warung-warung souvenir sepanjang jalan di luar loket masuk. Tidak lupa bagi yang ingin mencoba menunggang kuda sekedar untuk coba-coba ataupun untuk menempuh perjalanan ke lokasi lain di Tawangmangu, puluhan penyewa kuda dari persatuan Turonggo Karyo siap mengantar pengunjung sampai ke tempat tujuan.

Tidak jauh dari komplek Grojogan Sewu pengunjung bisa bersantai bersama keluarga terutama yang membawa anak-anak kecil di areal Taman Balekambang. Di taman ini ada berbagai jenis mainan layaknya taman bermain untuk anak yang terdiri dari kolam renang, ayunan, kemidi putar, manky board, kolam ikan, sepada gunung beserta jalurnya, menara pengintai, lapangan tennis, kebun bunga, dan rumah makan tentunya.
Share:

Sunday, 28 October 2012

Bangunan-bangunan Paling Misterius di Dunia

   Untuk mendapatkan pengalaman yang tidak akan Anda lupakan, alihkan jalan Anda ke jalur yang tidak dikenal ke sejumlah tempat misterius berikut ini.

Misteri muncul  dalam banyak bentuk: kuno, modern, tidak terpecahkan, dan tidak dapat dijelaskan. Tapi bangunan paling misterius di dunia layak untuk diperhitungkan. Bangunan-bangunan tersebut menjadi bahasan populer di sejumlah situs dengan pengguna dan editor yang menggemari hal-hal misterius seperti Abandoned-places.com, weburbanist.com, dan AtlasObscura.com, yang memiliki berbagai data dari hal-hal yang tidak biasa.

“Di era yang di mana tidak ada satu pun hal yang tidak dapat ditemukan, situs kami ditujukan kepada orang-orang yang masih memercayai eksplorasi.” Demikian yang dikatakan pendiri AtlasObscura.com, Joshua Foer.

Kami punya definisi luas dan bervariasi terhadap hal yang misterius. Beberapa bangunan yang ada di dalam daftar kami telah dirusak oleh alam, seperti gereja terpencil di dataran tinggi Meksiko yang terkubur oleh lahar. Sementara yang lainnya dirancang melampaui logika atau secara misterius ditinggal begitu saja berabad-abad yang lalu.

Rumah sakit Renwick Smallpox yang gelap di New York baru-baru ini terdapat tanda-tanda kehidupan manusia, dan sebuah energi menyeramkan yang mengelilingnya. Kami memiliki bukti fotonya.
RS Renwick. (Karel Jaros)
RS Renwick
Roosevelt Island, New York City

Rumah sakit yang terasing ini dipenuhi dengan lapisan granit, struktur berbatu, dan atap bergaya Prancis, mengingatkan pada kondisi kota Gotham yang mengerikan.

Rumah sakit dengan kapasitas 100 tempat tidur itu pernah digunakan untuk mengurung para imigran yang menderita penyakit mengerikan. Bangunan itu sedang dalam tahap restorasi yang menelan biaya $4,5 juta (sekitar Rp43,2 miliar) dan akan dibuka bagi publik pada 2013. Proyek itu dimulai dengan menempatkan karya seni termasuk kupu-kupu raksasa yang diletakkan di dalam bangunan tersebut.

MISTERI: Renwick akhir-akhir ini sering terlihat terang pada malam hari oleh cahaya yang dinyalakan oleh seseorang, yang ingin menikmati pemandangan bekas rumah sakit itu dari sebuah lantai di Upper East Side.

TEMPAT YANG HARUS DIKUNJUNGI: American Institute of Architects and Classic Harbor Line menawarkan tur bertema aksitektur di sekitar Manhattan dengan informasi tentang Renwick dan sejumlah situs misterius di daerah tersebut.

Kapel Loretto. (Blue Rose Photography)Kapel Loretto
Sante Fe, New Mexico

Tangga spiral dari gereja bergaya gothic itu adalah mahakarya yang terbuat dari kayu, yang entah bagaimana dapat menghubungkan tempat paduan suara dengan tempat duduk di lantai dasar tanpa kolom tengah yang berfungsi untuk menjaga kestabilan, dengan hanya menggunakan pasak kayu, bukan paku.

MISTERI: Legenda mengatakan, seorang tukang kayu tak bernama membuat tangga tersebut pada 1878 kemudian menghilang tanpa sempat dibayar.

TEMPAT YANG HARUS DIKUNJUNGI: Di dekat gereja tersebut terdapat La Posada de Santa Fe, sebuah mansion tiga lantai bergaya Victoria yang diubah menjadi hotel berseni. Kamar nomor 100 sebelumnya dimiliki oleh pemilik hotel itu sebelumnya, Julia Staab. Menurut cerita rohnya masih menghantui tempat tersebut.

Kamp Kolmanskop Diamond. (Michael Toye)Kamp Kolmanskop Diamond
Skelton Coast, Namibia

Suku Bushmen setempat menyebut Skelton Coast di Namibia sebagai "tempat yang diciptakan saat Tuhan murka," sementara orang Portugis menyebutnya sebagai “Gerbang Neraka.” Meskipun pesisir itu diberi nama karena tulang ikan paus yang tersebar di pantainya selama masa kejayaan industri penangkapan ikan paus, kini terdapat lebih dari 1.000 bangkai kapal dan bekas kamp penambang berlian yang ditingalkan. Di antara sisa-sisa bangunan yang terpendam gurun pasir adalah Minenvewalter, rumah manajer pertambangan berlian di Kolmanskop.

MISTERI: Penambang berlian konon menghantui Minenvewalter. Tengkorak mereka yang luka akibat kapak ditemukan di sana pada 1960-an, beberapa lama setelah koloni meninggalkan tempat tersebut.

TEMPAT YANG HARUS DIKUNJUNGI: Ikuti tur Distinctive Namibia dari Wilderness Safari untuk mengikuti jejak
Share:

Wednesday, 17 October 2012

Waduk Jatiluhur, Alternatif Murah Meriah Wisata Keluarga

  Bagi Anda yang tinggal di Jakarta, pergi keluar kota pada akhir pekan adalah hal yang sangat lumrah. Berbondong-bondong orang pergi keluar kota dengan niat bersantai meski kadang justru harus terjebak macet berjam-jam di jalanan di Bandung atau Puncak.

Kapal-kapal nelayan ini dapat disewa untuk berkeliling waduk.
 
  Nah, salah satu alternatif tempat wisata yang cukup dekat dan tidak macet adalah Waduk Jatiluhur di Purwakarta. Wisata luar kota yang murah meriah dan bebas macet! Bila sudah sering pergi ke Bandung melalui jalan tol Cipularang, Anda mungkin familiar dengan tanda arah ke Purwakarta dan Jatiluhur. Di sinilah Anda harus berbelok untuk mencapai Waduk Jatiluhur.
  Dibangun tahun 1957, Jatiluhur telah dirancang sebagai waduk serbaguna. Selain mencegah banjir di hilir Sungai Citarum, waduk ini juga merupakan sumber air untuk sawah-sawah di bagian utara Jawa Barat. Waduk Jatiluhur juga berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik yang mengaliri Jawa-Bali serta memasok air untuk industri dan rumah tangga di seputaran Jakarta, Bekasi, dan Karawang.
  Bagi masyarakat setempat, Waduk Jatiluhur juga menjadi tempat budidaya ikan keramba jaring apung. Jenis usaha ini bahkan berkembang kian pesat dan mampu memproduksi puluhan ribu ton ikan pertahun. Belakangan waduk seluas 8300 hektare ini juga berkembang menjadi tujuan wisata bagi warga ibu kota.
  Jangan kira waduk ini hanya sebuah bendungan penampung air yang kosong. Pemandangannya indah, terutama bila langit sedang biru. Wisatawan dapat duduk di pinggir waduk, di bawah naungan pohon, sembari menikmati pemandangan waduk dan Gunung Parang serta Gunung Tiga Menara sebagai latar belakangnya.

Pemandangan dari tepi Waduk Jatiluhur. 
 
   Selain itu, Anda pecinta kemping pun dapat melakukannya di sini. Di lokasi juga ada peralatan kemping yang dapat disewa seperti tenda, kursi lipat, peralatan memasak, dan sebagainya. Jadi, Anda pun tidak perlu repot-repot membawanya dari rumah.
  Piknik dengan membawa makanan sendiri dari rumah bisa jadi pilihan. Bila tidak, ada banyak pedagang yang menawarkan sajian tradisional sederhana seperti karedok, rujak, dan pecel. Pedagang kelapa muda pun banyak tersedia di pinggir waduk. Anda menginginkan menu yang lebih semarak? Warung-warung di pinggir jalan menyediakan menu ikan goreng dan bakar.
  Salah satu yang dapat Anda coba adalah Resto Terapung Kampung Air, sekitar 1 km dari dermaga. Untuk mencapai restoran ini Anda harus menggunakan perahu milik nelayan. Untuk satu perahu dapat diisi 8-15 orang dengan biaya Rp60 ribu pulang-pergi. Di restoran ini pilihan menu ikan sangat lengkap.
  Waduk Jatiluhur juga merupakan pilihan lokasi yang tepat bila Anda membawa anak-anak. Di sini ada sebuah taman bermain air dengan berbagai wahana. Di pinggir waduk terdapat kereta monorel yang harus dikayuh. Dari atas wisatawan dapat melihat pemandangan waduk dengan lebih luas. Harga tiket monorel ini hanya Rp10 ribu untuk satu putaran, dan dapat ditumpangi dua orang.

Tarif tiket masuk ke Waduk Jatiluhur ini adalah Rp7.500 per orang dan kendaraan roda empat seharga Rp10.000 untuk akhir pekan.
Share: