Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Friday, 23 October 2015

Peringati 10 Muharram, NasDem Santuni 100 Anak Yatim

Peringatan 10 Muharram Partai NasDem. Foto: MTVN.com/Wanda Indana.

Metrotvnews.com, Jakarta: DPP Partai NasDem menggelar pengajian massal, memberikan hadiah dan melakukan khitanan anak yatim. Ada 100 anak yatim dan fakir miskin diundang. Acara itu dilakukan untuk memperingati Hari Asyura, yakni hari ke-10 pada bulan Muharram dalam kalender Islam. 

"Kegiatan peringatan 10 Muharram ini dilakukan agar orang tidak lupa betapa banyak mukzizat dari Allah yang diberikan kepada Nabi. Kesalahan Nabi Adam, sebagai bapak kita, cikal bakal manusia menerima pengampunan dosa dari Allah. Nabi Nuh dengan perahunnya diselamatkan oleh Allah," kata Ketua Bidang Agama dan Masyarakat Adat, Partai NasDem Hasan Aminuddin di auditorium DPP NasDem, Jakarta, Jumat (23/10/2015). 

Hari Asyura merupakan hari bersejarah bagi umat Islam. Di hari itu, Allah menciptakan Nabi Adam sekaligus mengampuni dosa sang Nabi. Di hari itu pula, Allah menyelamatkan Nabi Nuh.

Hasan mengungkapkan, dahulu masyarakat Muslim di Indonesia selalu menyambut suka cita Hari Asyura. Umat Muslim selalu berpuasa pada Hari Asyura. Sayangnya, kini umat Muslim banyak yang melupakan hari bersejarah itu.

"Kita selaku generasi penerus banyak yang melupakan. Sebagai orang tua juga tidak ada memperingatinya. Kalau dulu orang berpuasa, bersilaturrahim, bersadaqoh dan menyantuni anak yatim," ungkap dia. 

DPP NasDem mengajak masyarakat  untuk selalu bersyukur dan terus mengingat Hari Asyura. Bahkan Hasan meminta pemerintah menetapkan 10 Muharram sebagai hari anak yatim. DPP NasDem akan meminta Fraksi NasDem untuk mewujudkan wacana itu.

"Tapi kita tidak meminta hari anak yatim diliburkan secara nasioanal. Kita hanya meminta pemerintah mencatumkan pada 10 Muharram agar orang ingat kepada mukzizat Nabi yang diberikan Allah, sehingga manusia tidak kufur nikmat," kata dia.

Hasan mengatakan, meningkatnya jumlah orang miskin di Indonesia bukan sepenuhnya kesalahan pemerintah. Masyarakat juga harus bertanggung jawab terhadap meningkatnya jumlah orang miskin.

"Orang miskin juga tanggung jawab kita, termasuk orang yang rezekinya dilebihkan oleh Allah. Lagi pula, kalau hari santri banyak dipertentangkan oleh ormas Islam, kalau anak yatim ini melekat pada semua elemen bangsa. Karena agama manapun memiliki anak yatim," kata Hasan. 
Share:

Thursday, 22 October 2015

BACAAN “SHALAWAT NARIYAH” & TERJEMAH/ARTINYA: TEKS, FAEDAH, KEUTAMAAN, KEAMPUHAN AMALAN “SHALAWAT NARIYAH MP3” & HUKUMNYA MENURUT PEMAHAMAN AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH

BACAAN “SHALAWAT NARIYAH” & TERJEMAH/ARTINYA: TEKS, FAEDAH, KEUTAMAAN, KEAMPUHAN AMALAN “SHALAWAT NARIYAH MP3” & HUKUMNYA MENURUT PEMAHAMAN AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH

 Mereka kaum Sufi meyakini bahwa Shalawat Nariyah memiliki faedah yakni:








"…Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang, hendaknya membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali. Insya Allah barang yang hilang akan cepat kembali. Jika barang tersebut dicuri orang dan tidak dikembalikan, maka pencuri tersebut akan mengalami musibah dengan kehendak Allah swt. Setelah membaca Sholawat ini hendaknya membaca do’a sebagai berikut (boleh dibaca dengan bahasa Indonesia): “ Ya Allah, dengan berkah Sholawat Nariyah ini, saya mohon Engkau kembalikan barang saya”. Doa ini dibaca 11 kali dengan hati yang penuh harap dan sungguh-sungguh..”



Bagaimana tinjauan Syari’ah terhadap “Shalawat Nariyah” dari para Ulama Ahlussunnah Waljama’ah?Berikut ini artikel yang ditulis oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari Al-Bugisi Hafidzahullah, semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua.
*****
Shalawat jenis ini banyak tersebar dan diamalkan di kalangan kaum muslimin. Bahkan ada yang menuliskan lafadznya di sebagian dinding masjid. Mereka berkeyakinan, siapa yang membacanya 4444 kali, hajatnya akan terpenuhi atau akan dihilangkan kesulitan yang dialaminya. Berikut nash shalawatnya:


اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil ‘uqadu, wa tanfariju bihil kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa’iju Wa tunaalu bihir raghaa’ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa ‘alaa aalihi, wa shahbihi ‘adada kulli ma’luumin laka
“Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki.”
Ada beberapa hal yang perlu dijadikan catatan kaitannya dengan shalawat ini:
1- Sesungguhnya aqidah tauhid yang diseru oleh Al Qur’anul Karim dan yang diajarkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu laiahi wasallam, mengharuskan setiap muslim untuk berkeyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya yang melepaskan ikatan (kesusahan), membebaskan dari kesulitan, yang menunaikan hajat, dan memberikan manusia apa yang mereka minta.
Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdo’a kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihannya atau menyembuhkan penyakitnya, walaupun yang diminta itu seorang malaikat yang dekat ataukah nabi yang diutus. Telah disebutkan dalam berbagai ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan haramnya meminta pertolongan, berdo’a, dan semacamnya dari berbagai jenis ibadah kepada selain Allah Azza wajalla. Firman Allah:
قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِهِ فَلاَ يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحِْويْلاً
“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya.” (Al-Isra: 56)
Para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan segolongan kaum yang berdo’a kepada Al Masih ‘Isa, atau malaikat, ataukah sosok-sosok yang shalih dari kalangan jin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)
2- Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan ikatan (kesulitan), menghilangkan kesusahan, dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh beliau untuk berkata:

قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ
“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)
Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:
أَجَعَلْتَنِيْ للهِ نِدًّا؟ قُلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ
“Apakah engkau hendak menjadikan bagi Allah sekutu? Ucapkanlah: Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang hasan)
(Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah 227-228, Muhammad Jamil Zainu)
Share:

Wednesday, 14 October 2015

Peringati Tahun Baru Islam, Ribuan Warga Banten Gelar Doa Bersama




Ribuan warga dari 14 desa di kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, memenuhi Jalan Raya Serang-Pandeglang guna memperingati tahun baru Hijriah, 1 Muharam 1437 Hijriyah.

Mereka akan melaksanakan zikir dan doa bersama di lapangan Desa Sukamanah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten.

"Biasanya kegiatan serupa hanya diselenggarakan di desa masing-masing. Tapi kali ini kita ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda agar lebih dapat memaknai peringatan hari besar umat Islam, ketimbang tahun baru Masehi," kata Kepala Desa Sukamanah Muhtadi, Banten, Selasa (13/10/2015).

Pria yang akrab disapa Mumu ini menuturkan bahwa kegiatan di tahun baru Islam ini murni swadaya masyarakat, dan donasi dari para kepala desa juga sesepuh masyarakat.

"Ini tidak ada muatan politisnya, murni untuk kebersamaan," tegas Mumu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Jalan Raya Serang-Pandeglang mengalami kemacetan panjang. Ratusan aparat kepolisian dari Polsek Ciomas pun nampak berjaga mengatur lalu lintas dan keamanan.

Source : news.liputan6.com
Share:

PWNU Jatim Minta Pembuat Sandal Berlafadz Allah Dimaafkan

foto: dok Okezone

SURABAYA - Ketua PWNU Jawa Timur, KH Muttawakil Alallah meminta agar pembuat sandal Berlafadz Allah dimaafkan. Pernyataan ini disampaikan sebelum proses pemusnahan sandal Berlafadz Allah di halaman PWNU Jawa Timur.

"Yang bersangkutan sudah minta maaf atas beredarnya sandal yang terindikasi pelecehan terhadap umat Islam. Yang bersangkutan mengaku tidak ada unsur kesengajaan," kata Pengasuh Ponpes Zainul Hasan itu, Selasa (13/10/2015).

Kata Kiai Muttawakil, pemilik perusahaan PT Pradipta Perkasa Makmur sudah meminta maaf kepada umat Islam melalui PWNU. Sebagai dengan ajaran umat Islam juga harus memaafkan.

"Tidak ada unsur kesengajaan dalam membuat sandal itu," sambungnya.

Di hadapan sejumlah pengurus PWNU yang bersangkutan juga bersedia memusnahkan sandal-sandal tesrebut beserta cetakkanya. Pun demikian juga akan menarik sejumlah sandal yang telah beredar di pasaran dan kemudian memusnahkannya.

"Permintaan maaf dengan terbuka sudah dilakukan, dan umat islam harus menyikapi hal ini dengan bijak," katanya.

Bagi masyarakat yang sudah terlanjur membeli, kata dia, diminta untuk segera dikembalikan ke pembuat. Pihak pembuat pun sanggup mengganti sandal-sandal tersebut dengan desain yang baru.

Ia juga meminta kepada umat islam jangan melakukan tindakkan-tindakkan yang bisa membuat gangguan ketertiban kepada masyarakat. Kondisi Indonesia saat ini harus benar-benar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Mengingat situasi ekonomi global yang sedang dihadapi bersama.

"Permintaan maaf produsen harus disikapi denan bijak," tandasnya.

Source : news.okezone.com
Share:

Friday, 17 May 2013

Hijrah Rasulullah SAW

Dalam beberapa riwayat yang shahih disebutkan bahwa setelah Abu Bakar ra melihat kaum Muslim sudah banyak yang berangkat hijrah ke Madinah, ia datang kepada Rasulullah sw meminta ijin untuk berhijrah. Tetapi dijawab oleh Rasulullah saw, “Jangan tergesa-gesa, aku ingin memperoleh ijin dulu dari Allah.“ Abu Bakar bertanya, “Apakah engkau juga menginginkannya?“ Jawab Nabi saw, “Ya.“ Kemudian Abu Bakar ra menangguhkan keberangkatannya untuk menemani Rasulullah saw. Ia lalu membeli dua ekor unta dan dipeliharanya selama empat bulan.

Share:

Wednesday, 24 April 2013

Kelembutan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam


Ketika Rasulullah SAW duduk bersama para sahabatnya, seorang pendeta Yahudi bernama Zaid bin Sa'nah masuk menerobos shaf, lalu menarik kerah baju Rasul dengan keras seraya berkata kasar, "Bayar utangmu, wahai Muhammad, sesungguhnya turunan Bani Hasyim adalah orang-orang yang selalu mengulur-ulur pembayaran utang."

Umar bin Khattab RA langsung berdiri dan menghunus pedangnya. "Wahai Rasulullah, izinkan aku menebas batang lehernya." Rasulullah SAW berkata, "Bukan berperilaku kasar seperti itu aku menyerumu. Aku dan Yahudi ini membutuhkan perilaku lembut. Perintahkan kepadanya agar menagih utang dengan sopan dan anjurkan kepadaku agar membayar utang dengan baik."

Share:

Hikmah Hadist (Nasihat)


Dari Abu Ruqayyah yaitu Tamin bin Aus ad-Dari r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Agama itu adalah merupakan nasihat." Kita semua bertanya: "Untuk siapa?" Beliau s.a.w. menjawab: "Bagi Allah, bagi kitabNya, bagi rasulNya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin serta bagi segenap umumnya umat Islam." (Riwayat Muslim)


Keterangan:
Sendi pokok dan tiang utama dalam Agama Islam adalah nasihat. Kata "nasihat" itu meliputi seluruh makna dan pengertian yang tujuannya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan bagi orang yang dinasihati. Dalam hadits di atas dijelaskan intisari dan pengertian nasihat itu, yakni: Bagi Allah yakni dengan iman pada Allah dan tampaknya tanda-tanda kemuliaan Allah, bagi kitab Allah yakni dengan mengenang-ngenangkan -mengingat-ngingat- arti-artinya serta mengamalkan, apa saja yang tercantum di dalamnya. Bila ini sudah diamalkan, maka orang itu telah dinasihati oleh jiwanya sendiri. Bagi Rasul Allah yakni dengan mengikuti segala perintah-perintahnya serta tunduk dan menjauhi larangan-larangannya. Bagi pemimpin-pemimpin Islam yakni dengan meminta nasihat-nasihat dan fatwa-fatwa mereka yang mengenai hukum-hukum agama yang semuanya itu tentu diambil dari pokok-pokoknya yakni al-Quran dan Hadis, dan bagi segenap umat Islam yakni memimpin mereka ini pada jalan yang benar serta diridhai Allah, juga menunjukkan kepada mereka ini mana-mana yang baik (benar) dan mana-mana yang jelek (salah).
Share:

Sedikitlah tertawa dan banyaklah menangis

Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. mengucapkan sebuah khutbah yang saya tidak pernah mendengar suatu khutbah pun seperti itu -karena amat menakutkan-. Beliau s.a.w. bersabda: "Andaikata engkau semua dapat mengetahui apa yang dapat saya mengetahuinya, sesungguhnya engkau semua akan tertawa sedikit saja dan akan menangis banyak-banyak." Para sahabat Rasulullah s.a.w. lalu menutupi masing-masing wajahnya sambil terdengar suara isaknya. (Muttafaq 'alaih) Dalam riwayat lain disebutkan: Rasulullah s.a.w. menerima berita bahwa ada sesuatu tentang sahabat-sahabatnya, lalu beliau berkhutbah, kemudian bersabda: "Ditunjukkanlah syurga dan neraka padaku maka belum pernah saya melihat sesuatu yang melebihi penglihatanku pada hari itu tentang bagusnya syurga dan buruknya neraka. Dan andaikata engkau semua dapat melihat apa yang dapat saya lihat, maka sesungguhnya engkau semua akan ketawa sedikit dan menangis banyak-banyak." Maka tidak pernah datang pada para sahabat Rasulullah s.a.w. yaitu hari yang lebih dahsyat lagi dari hari itu -tentang ngerinya khutbah yang diberikan oleh beliau s.a.w-. Para sahabat sama menutupi masing-masing kepalanya sambil terdengar suara esaknya. Alkhanin dengan menggunakan kha' mu'jamah ialah tangis dengan dengungan serta timbulnya suara esakan dari hidung.
Share:

Wednesday, 31 October 2012

Terjemahan Hadis dari Shahih Bukhari Bab: Mula-mula Wahyu Turun

Terjemahan Hadis dari Shahih Bukhari Bab: Mula-mula Wahyu Turun
1.      1. Dari Umar bin Khathab r.a.1) katanya dia mendengar Rasulullah saw.2) bersabda: “ Tiap-tiap amal harus disertai dengan niat. Balasan basi setiap amal manusia, ialah pahala bagi apa yang diniatkannya. Maka barangsiapa (niat) hijrahnya kerana Allah dan Rasul-Nya, baginya pahala hijrah kerana Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa (niat) hijrahnya kerana dunia yang hendak diperolehnya atau kerana perempuan yang hendak dikahwininya, maka (pahala) hijrahnya sesuai dengan niatnya, untuk apa dia hijrah.”
2.       2. Dari ‘Aisyah, Ummul Mu’minin r.a.3) Katanya Harits bin Hisyam r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw.: “bagaimanakah caranya wahyu turun kepada Anda?”
Jawab Rasulullah saw. “Kadang-kadang wahyu itu datang kepadaku (kedengaran) seperti loceng. Itulah yang sangat berat bagiku. Setelah bunyi itu berhenti, lantas aku mengerti apa yang dikatakannya.”
                “Kadang-kadang malaikat menjelma seperti seorang laki-laki datang kepadaku. Dia berbicara kepadaku dan aku mengerti apa yang dikatakannya.”
Kata ‘Aisyah r.a. “ Aku pernah melihat Nabi, ketika wahyu turun kepada beliau pada suatu hari yang amat dingin. Setelah wahyu itu berhenti turun, kelihatan dahi Nabi bersimbah peluh.4)
Keterangan.
1)                  r.a ialah singkatan dari: Radhiyallaahu ‘Anhu (semoga Allah meridhainya).
2)                  Saw. Ialah singkatan dari: Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam (semoga Allah melimpahkan berkat dan kesejahteraan kepada beliau)
3)                  Ummul Mu’minin, artinya: Ibu orang-orang yang beriman.
4)                  Dihari yang amat dingin itu Nabi saw. Sampai berkeringat, kerana sangat berat dirasakan oleh beliau saat-saat turunnya wahyu.
3.       3. Dari Aisyah, Ummul Mu’minin r.a. katanya: “ Wahyu yang mula-mula turun kepada Rasulullah saw. Ialah berupa mimpi-baik waktu beliau tidur. Biasanya mimpi itu terlihat jelas oleh beliau, seperti jelasnya cuaca pagi. Semenjak itu hati beliau tertarik hendak mengasingkan diri ke Gua Hira.1) Di situ beliau beribadat beberapa malam, tidak pulang ke rumah isterinya. Untuk itu beliau membawa bekalan secukupnya. Setelah perbekalan habis, beliau kembali kepada Khadijah, 2) untuk mengambil lagi perbekalan secukupnya. Kemudian beliau kembali pula ke Gua Hira, hingga suatu ketika datang kepadanya Al-Haq (kebenaran atau wahyu), yaitu sewaktu beliau masih berada di Gua Hira itu.”
Malaikat datang kepadanya, lalu katanya, “Bacalah!”
Jawab Nabi, “ Aku tidak pandai membaca.”
Kata Nabi selanjutnya menceritakan, “Aku ditarik dan dipeluknya sehingga aku kepayahan. Kemudian aku dilepaskannya dan disuruhnya pula membaca.
“Bacalah !” katanya.
Jawabku, “ Aku tidak pandai membaca.”
Aku ditarik dan dipeluknya pula sampai kepayahan. Kemudian aku dilepaskannya dan disuruhnya pula membaca. “Bacalah.!” Katanya.
Kujawab, “Aku tidak pandai membaca.”
Aku ditarik dan dipeluknya untuk ketiga kalinya, kemudian dilepaskannya seraya berkata:
Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq. Khalaqal insaana min’allaq. Iqra’ ! Wa rabbukal akram. 3)
(bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Demi Tuhanmu Yang Maha Mulia.)
Setelah itu Nabi pulang ke rumah Khadijah binti Khuwailid, lalu berkata, “Selimuti aku! Selimuti aku!
Lantas diselimuti oleh Khadijah, hingga hilang rasa takutnya.
Kata Nabi saw. Kepada Khadijah (setelah dikhabarkannya semua kejadian yang baru dialaminya itu), “Sesungguhnya aku cemas atas diriku (akan binasa).”
Kata Khadijah, “Jangan takut! Demi Allah! Tuhan sekali-kali tidak akan membinasakan Anda. Anda selalu menghubungkan tali persaudaraan, membantu orang yang sengsara, mengusahakan (mengadakan) barang keperluan yang belum ada, memuliakan tamu, menolong orang yang kesusahan kerana menegakkan kebenaran.”

Setelah itu Khadijah pergi bersama Nabi menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, yaitu anak paman Khadijah, yang telah memeluk agama Nasrani (Krintian) pada masa jahiliyah itu. Ia pandai menulis buku dalam bahasa Ibrani. 4) Maka disalinnya Kitab Injil dari bahasa Ibrani seberapa dikehendaki Allah dapat disalinnya. 5) Usianya telah lanjut, dan matanya telah buta.
Kata Khadijah kepada Waraqah, “ Hai anak pamanku! Dengarkanlah khabar dari Anak Saudara Anda Muhammad) ini.”
Kata Waraqah kepada Nabi. “Wahai Anak Saudaraku ! Apakah yang telah terjadi atas diri Anda?”
Lalu Rasulullah saw, menceritakan kepadanya semua peritiwa yang telah dialaminya.
Berkata Warakah, “Inilah namus (Malaikat) yang pernah diutus Allah kepada Nabi Musa. Wahai, semoga saya masih hidup ketika itu, yaitu ketika Anda diusir oleh kaum Anda.”
Maka bertanya Nabi saw. “Apakah mereka akan mengusirku?”
Jawab Waraqah, “ Ya, betul! Belum pernah seorang juapun yang diberi wahyu seperti Anda, yang tidak dimusuhi orang. Apabila saya masih mendapati hari itu, nescaya saya akan menolong Anda sekuat-kuatnya.”
Tidak berapa lama kemudian, Waraqah meninggal dunia dan wahyu pun terputus untuk sementara waktu.
Kata Ibnu Syihab, Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan kepadanya, bahawa Jabir bin Abdullah al Anshari menceritakan tentang terputusnya wahyu, katanya Nabi saw berkata dalam hadisnya: “Pada suatu waktu, ketika aku sedang berjalan-jalan, tiba-tiba kedengaran olehku suatu suara dari langit. Maka kuangkat pandanganku kearah datangnya suara itu. Kelihatan kepadaku malaikat yang pernah datang kepadaku di Gua Hira dahulu. Dia duduk di kursi antara langit dan bumi. Aku terperanjat kerananya dan terus pulang. Aku berkata kepada Khadijah, “selimutkan Aku!” Lalu Allah swt. Menurunkan ayat:
Hai, orang yang berselimut! Bangunlah! Maka berilah peringatan! Dan besarkanlah Tuhanmu! Dan bersihkanlah pakaianmu! Dan jauhilah berhala!” (Al Muddatstsir, 74:1-5)
Maka semenjak itu wahyu selalu turun berturut-turut.
Keterangan:
1)                  Gua hira, sebuah gua dekat jalan ke Arafah nkira-kira 4 km dari Mekkah
2)                  Khadijah binti Khuwailid, isteri Nabi yang pertama. Meninggal dunia 2 tahun sebelum Hijrah dalam   usia 63 tahun.
3)                  Surat Al’Alaq, 6:1-3
4)                  Ibrani (Hebrw) ,bahasa orang Yahudi.
5)                  Maksudnya, tidak diketahui dengan pasti berapa banyak yang telah disalinnya.
4.       4. Dari Ibnu Abbas r.a. katanya: “ Rasulullah saw. Adalah seorang yang amat permurah, dan lebih permurah lagi selama bulan Ramadhan, yaitu ketika Jibril datang menemuinya. Biasanya  Jibril datang kepada Nabi saw. Tiap-tiap malam Ramadhan dan beliau-beliau keduanya membaca Qur’an berganti-ganti. Sesungguhny Rasulullah saw. Lebih pemurah berbuat kebaikan daripada murahnya angin berhembusan.”
5.       5. Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahawa Abu Sufyan bin Harb bercerita kepadanya, bahawa Heraclius 1) berkirim surat kepada Abu Sufyan menyuruh ia datang ke Syam bersama kafilah saudagar Quraisy.2) Waktu itu Rasulullah sedang dalam perjanjian damai dengan Abu Sufyan dan dengan orang-orang kafir Quraisy.3)
Mereka datang mengadap Heraclius di Ilia.4) terus masuk kedalam majlisnya, dihadapi oleh pembesar-pembesar Rumawi. Kemudian Heraclius memanggil orang-orang Quraisy itu beserta Jurubahasanya.
Heraclius berkata, “Siapa diantara anda yang paling dekat hubungan kekeluargaannya dengan laki-laki yang mengaku dirinya sebagai nabi itu?”
Jawab abu Sufyan. “Saya! Saya keluarganya yang terdekat dengannya.”
Berkata Heraclius (kepada jurubahasanya), “Suruh dekat-dekatlah dia kepadaku. Dan suruh pula para sahabatnya duduk di belakangnya.”
Kemudian berkata Heraclius kepada Jurubahasanya. “Katakan kepada mereka saya akan bertanya kepada orang ini (Abu sufyan). Jika dia berdusta, suruhlah mereka mengatakan bahawa dia berdusta.”
Kata Abu Sufyan, “Demi Allah! Jika tidaklah aku takut akan mendapat malu, kerana aku dikatakan dusta, niscaya maulah aku berdusta”
Pertanyaannya yang pertama. “Bagaimanakah turunannya dikalanganmu?”
Aku menjawab. “Dia turunan bangsawan di kalangan kami.”
Heraclius. “Pernahkah orang lain mengumandangkan apa yang telah dikumandangkannya.?”
Jawabku. “Tidak pernah”
Heraclius. “Adakah diantara nenek moyangnya yang menjadi raja?”
Jawabku. “Tidak”
Heraclius. “Apakah pengikutnya terdiri dari orang-orang mulia atau orang-orang biasa?”
Jawabku. “Hanya terdiri dari orang-orang biasa.”
Heraclius. “Apakah pengikutnya semakin bertambah atau semakin berkurang?”
Jawabku. “Bahkan selalu bertambah”
Heraclius. “Adakah diantara mereka yang murtad, 5) kerana mereka benci kepada agama yang dipeluknya itu?”
Jawabku. “Tidak”
Heraclius. “Pernahkah dia melangar janji?”
Jawabku. “Tidak! Dan sekarang, kami sedang dalam perjanjian damai dengan dia. Kami tidak tahu apa yang akan diperbuatnya dengan perjanjian itu.”
Keterangan:
1)                  Heraclius , Raja Rumawi Timur yang memerintah tahun 610-630 M.
2)                  Quraisy, nama suku bangsawan tinggi di Mekkah.
3)                  Perjanjian damai, yaitu perjanjian Hudaibiyah yang dibuat tahun 6 H.
4)                  Ilia, yakni Baitul Maqdis (Jerusalem)
5)                  Murtad, artinya kembali menjadi kafir sesudah beriman.
Kata Abu sufyan menambahkan, “Tidak dapat aku menambah kalimat lain agak sedikitpun selain kalimat itu.” 1)
Heraclius. “Pernahkah kamu berperang dengannya?”
Jawabku. “Pernah”
Heraclius. “Bagaimana perperanganmu itu?”
Jawabku. “Kami kalah dan menang silih berganti. Dikalahkannya kami dan kami kalahkan pula dia.”
Heraclius. “Apakah yang diperintahkannya kepada kamu sekelian?”
Jawabku. “Dia menyuruh kami menyembah Allah semata-mata, dan jangan mempersekutukan-Nya. Tinggalkan apa yang diajarkan oleh nenek moyangmu! Disuruhnya kami menegakkan solat, berlaku jujur, sopan (teguh hati) dan mempereratkan persaudaraan.”
Kata Heraclius kepada Jurubahasanya, “Katakan kepadanya (Abu Sufyan), saya tanyakan kepadamu tentang turunannya (Muhammad) ,kamu jawab dia bangsawan tinggi. Bergitulah rasul-rasul terdahulu, diutus dari kalangan bangsawan tinggi kaumnya.”
                Saya tanyakan. “Apakah salah seorang di antara kamu yang pernah mengumandangkan ucapan sebagai yang diucapkannya sekarang.”
                Jawabmu. “Tidak”
                Kalau ada seseorang yang pernah mengumandangkan ucapan yang diucapkannya sekarang, nescaya aku katakan, “Dia meniru-niru ucapan yang diucapkan orang dahulu itu.”
                Saya tanyakan. “Adakah di antara nenek moyangnya yang jadi raja.”
Jawabmu. “Tidak ada”
Kalau ada diantara nenek moyangnya yang menjadi raja, nescaya kukatakan. “Dia hendak menuntut kembali kerajaan nenek moyangnya.”
Saya tanyakan. “Apakah kamu menaruh curiga kepadanya bahawa ia dusta, sebelum ia mengucapkan apa yang diucapkannya sekarang.?”
Jawabmu. “Tidak!”
Saya yakin dia tidak akan berdusta terhadap manusia apalagi terhadap Allah.
Saya tanyakan. “Apakah pengikutnya terdiri dari orang-orang mulia ataukah dari orang-orang biasa.”
Jawabmu. “Orang-orang biasa”
Memang mereka jualah yang menjadi pengikut Rasul-rasul.
Saya tanyakan. “Apakah pengikutnya makin bertambah banyak atau semakin kurang?”
Jawabmu. “Mereka bertambah banyak.”
Bigitulah halnya sehingga sempurna.
Saya tanyakan. “Adakah di antara mereka yang murtad kerana benci kepada agama yang dipeluknya,setelah mereka masuk kedalamnya.?”
Jawabmu. “Tidak”
Bergitulah iman, apabila ia telah mendarah-daging sampai ke jantung hati.
Saya tanyakan. “Apakah ia melanggar janji?”
Kamu jawab. “Tidak!”
Bergitu jugalah segala Rasul-rasul yang terdahulu, mereka tidak suka melanggar janji.”
Saya tanyakan. “Apakah yang disuruhkannya kepada kamu sekelian?”
Kamu jawab. “Ia menyuruh menyembah Allah semata-mata, dan melarang mempersekutukan-Nya. Dilarangnya pula menyembah berhala, disuruhnya menegakkan solat, berlaku jujur dan sopan (teguh hati).”
“Jika yang kamu terangkan itu betul semuanya, nescaya dia akan memerintah sampai ke tempat aku berpijak di kedua telapak kakiku ini. Sesungguhnya aku telah tahu ia akan lahir. Tetapi aku tidak mengira dia akan lahir dari kalangan kamu sekalian. Sekiranya aku yakin akan dapat bertemu dengannya, walaupun dengan susah payah aku akan berusaha datang menemuinya. Kalau aku telah berada di dekatnya. Akan kucuci kedua telapak kakinya.”
Kemudia Heraclius meminta surat Rasulullah saw. yang dihantarkan oleh  Dihyah  kepada pembesar negeri Bushra, yang kemudian diteruskannya kepada Heraclius. Lalu dibacanya surat itu,  yang isinya sebagai berikut:
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad, Hamba Allah dan Rasul-Nya. Kepada Heraclius, Kaisar Rumawi. Kesejahteraan kiranya untuk orang yang mengikut pertunjuk. Kemudian, sesungguhnya saya mengajak anda memenuhi panggilan Islam. Islamlah! Pasti Anda Selamat. Dan Allah memberi pahala kepada Anda dua kali lipat. Tetapi jika Anda enggan, nescaya Anda akan memikul dosa seluruh rakyat.
Hai, Ahli Kitab! Marilah kita bersatu dalam satu kalimah (prinsip) yang sama antara kita, yaitu supaya kita tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah, dan jangan mempersekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Dan janganlah sebahagian kita menjadikan sebahagian yang lain menjadi tuhan selain daripada Allah. Apabila Anda enggan menuruti ajakan ini, akuilah bahawa kami ini Muslim!”
Kata Abu sufyan. “Selesai mengucapkan perkataannya dan membaca surat itu, ruangan menjadi heboh dan hiruk-pikuk; kami pun disuruh orang keluar. Sampai di luar, aku berkata kepada kawan-kawan. “sesungguhnya menjadi masalah besar urusah Anak abu Kabsyah. 2) Sehingga raja bagsa kulit kuning itu pun takut kepadanya. Aku yakin , Muhammad pasti menang. Sehingga oleh kerananya Allah memasukkan Islam ke dalam hatiku.”
Keterangan:
1)      Jawapan Abu sufyan tidak dicukupkannya saja dengan kata “tidak”, tetapi ditambahkannya bahawa ia tidak tahu apakah Nabi Muhammad masih setia kepada janjinya atau tidak. Seakan-akan terbayang baginya kalau-kalau Nabi Muhammad melanggar janji setelah meninggalkan Mekkah.
2)      Anak Abu Kabsyah, yakni nama ejekan yang dipanggilkan orang kafir Mekkah kepada Nabi Muhammad. Kerana waktu kecil nabi dipelihara oleh Halimah, yang suaminya bernama Abu Kabsyah.
Ibnu Nathur, pembesar negeri Ilia, sahabat Heraclius dan Uskup. 1) Nasrani di Syam, dia menceritakan, “Ketika Heraclius datang ke Ilia, ternyata pikirannya sedang kacau. Oleh sebab itu banyak diantara pendita yang berkata: “kami sangat heran melihat sikap anda.”
Selanjutnya kata Ibnu Nathur, “Heraclius adalah seorang ahli nujum yang selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendita yang bertanya kepadanya: Pada suatu malam ketika saya melihat Raja Khithan telah lahir. 2) Siapakah di antara umat ini yang telah dikhitan?”
Jawab para pendita itu. “Yang berkhitan hanyalah orang Yahudi. Janganlah Anda risau kerana orang Yahudi itu. Perintahkan saja ke seluruh negeri dalam kerajaan Anda, supaya orang-orang Yahudi di negeri itu dibunuh.”
Ketika itu dihadapkan kepada heraclius seorang utusan Raja Bani Ghassan untuk menceritakan perihal Rasulullah saw. setelah orang itu selesai bercerita, lalu Heraclius memerintahkan agar dia periksa, apakah dia berkhitan atau tidak. Setelah diperiksa, ternyata memang dia berkhitan. Lalu diberitahukan orang kepada Heraclius.
Heralius bertanya kepada orang itu tentang orang-orang Arab lainnya. “Dikhitankah mereka atau tidak?”
Jawabnya, “Orang-orang Arab itu dikhitan semuanya.”
Heraclius berkata. “Inilah raja umat. Sesungguhnya dia telah lahir.”
Kemudian Heraclius berkirim surat kepada sahabatnya di Roma. 3) yang ilmunya setaraf dengan Heraclius (menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad saw. ) Dan sementara itu ia meneruskan perjalanannya ke negeri Hims. 4) Tetapi sebelum dia sampai di Hims, balasan surat dari sahabatnya itu telah tiba lebih dahulu. Sahabanya itu menyetujui pendapat Heraclius bahawa Muhammad telah lahir dan beliau memang seorang Nabi.
Heraclius mengundang para pembesar Roma supaya datang ke tempatnya di Hims. Setelah semuanya hadir dalam majlisnya, Heraclius memerintahkan supaya mengunci setiap pintu. Kemudian dia berkata, “Wahai bangsa Rum! Maukah Anda semua beroleh kemenangan dan kemajuan yang gilang gemilang, sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau mau, akuilah Muhammad itu sebagai Nabi!”
Mendengar ucapan itu mereka lari bagaikan keledai liar, padahal semua pintu telah dikunci. Melihat keadaan sedemikian, Heraclius jadi putus harapan yang mereka akan iman (percaya kepada Nabi Muhammad saw) Lalu diperintahkannya supaya mereka kembali ke tempat masing-masing seraya berkata, “Sesungguhnya sayan mengucapkan perkataan saya tadi, hanyalah sekadar menguji keteguhan hati Anda semua. Kini saya telah melihat keteguhan itu.” Lalu mereka sujud di hadapan Heraclius dan mereka senang kepadanya. Demikianlah akhir kisah Heraclius.
Keterangan:
1)      Uskup, kepala Pendita.
2)      Khithan, khitan, sunat, memotong ujung kulit (kulup) pada ujung kemaluan laki-laki.
3)      Roma, sebuah kota tertua di Italy, yang sekarang menjadi ibukota Negeri itu. Dahulunya adalah ibukota kerajaan Rum Barat. Menurut riwayat, konon kota itu didirikan oleh Romulus pada tahun 753 sebelum Masehi.
4)      Sebuah kota si Syam.
Share:

Tuesday, 30 October 2012

Bagaimanakah Neraka dan Ahlinya - Tanbihul Ghafilin

Bagaimanakah Neraka Serta Ahlinya
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Api neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga gelap bagaikan malam yang kelam."
Diriwayatkan bahawa Yazid bin Martsad selalu menangis sehingga tidak pernah kering air matanya dan ketika ditanya, maka dijawabnya: Andaikata Allah s.w.t. mengancam akan memanjarakan aku didalam bilik mandi selama seribu tahun. nescaya sudah selayaknya air mataku tidak berhenti maka bagaimana sedang kini telah mengancam akan memasukkan aku dalam api neraka yang telah dinyalakan selama tiga ribu tahu."
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari mujahid berkata: "Sesungguhnya dijahannam ada beberapa perigi berisi ular-ular sebesar leher unta dan kala sebesar kaldai, maka larilah orang-orang ahli neraka keular itu, maka bila tersentuh oleh bibirnya langsung terkelupas rambut, kulit dan kuku dan mereka tidak dapat selamat dari gigitan itu kecuali jika lari kedalam neraka."
Abdullah bin Jubair meriwayatkan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bahawa didalam neraka ada ular-ular sebesar leher unta, jika menggigit maka rasa redih bisanya tetap terasa hingga empat puluh tahun. Juga didalam neraka ada kala sebesar kaldai, jika menggigit maka akan terasa pedih bisanya selama empat puluh tahun."
Al-a'masy dari Yasid bin Wahab dari Ibn Mas'ud berkata: "Sesungguhnya apimu ini sebahagian dari tujuh puluh bagian dari api neraka, dan andaikan tidak didinginkan dalam laut dua kali nescaya kamu tidak dapat mempergunakannya."
Mujahid berkata: "Sesungguhnya apimu ini berlindung kepada Allah s.w.t. dari neraka jahannam." Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka iaitu seorang yang berkasutkan dari api nerka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah ditelinganya ada api, dan giginya berapi dan dibibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli neraka."
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Amr r.a. berkata: "Orang-orang neraka memanggil Malaikat Malik tetapi tidak dijawab selama empat puluh tahun, kemudian dijawabnya: "Bahawa kamu tetap tinggal dalam neraka." Kemudian mereka berdoa (memanggil) Tuhan: "Ya Tuhan, keluarkanlah kami dari neraka ini, maka bila kami mengulangi perbuatan-perbuatan kami yang lalu itu bererti kami zalim." Maka tidak dijawab selama umur dunia ini dua kali, kemudian dijawab: "Hina dinalah kamu didalam neraka dan jangan berkata-kata."
Demi Allah setelah itu tidak ada yang dapat berkata-kata walau satu kalimah, sedang yang terdengar hanya nafas keluhan dan tangis rintihan yang suara mereka hampir menyamai suara himar (kaldai).

Qatadah berkata: "Hai kaumku, apakah kamu merasa bahawa itu pasti akan terkena pada dirimu, atau kamu merasa akan kuat menghadapinya. Hai kaumku, taatlah kepada Allah s.w.t. itu jauh lebih ringan bagi kamu kerana itu, taatilah sebab ahli neraka itu kelak akan mengeluh selama seribu tahun tetapi tidak berguna bagi mereka, lalu mereka berkata: "Dahulu ketika kami didunia, bila kami sabar lambat laun mendapat keringanan dan kelapangan, maka mereka lalu bersabar seribu tahun, dan tetap siksa mereka tidak diringankan sehingga mereka berkata: Ajazi'na am sobarna malana min mahish (Yang bermaksud) Apakah kami mengeluh atau sabar, tidak dapat mengelakkan siksa ini.Lalu minta hujan selama seribu tahun sangat haus dan panas neraka maka mereka berdoa selama seribu tahun, maka Allah s.w.t. berkata kepada Jibril: "Apakah yang mereka minta?". Jawab Jibril: "Engkau lebih mengetahui, ya Allah, mereka minta hujan." Maka nampak pada mereka awan merah sehingga mereka mengira akan turun hujan, maka dikirim kepada mereka kala-kala sebesar kaldai, yang menggigit mereka dan terasa pedih gigitan itu selama seribu tahun. Kemudian mereka minta kepada Allah s.w.t. selama seribu tahun untuk diturunkan hujan, maka nampak mereka awan yang hitam, mereka mengira bahawa itu akan hujan, tiba-tiba turun kepada mereka ular-ular sebesar leher unta, yang menggigit mereka dan gigitan itu terasa pedihnya hingga seribu tahun, dan inilah ertinya: Zidnahum adzaba fauqal adzabi. (Yang bermaksud) Kami tambahkan kepada mereka siksa diatas siksa.
Kerana mereka dahulu telah kafir, tidak percaya dan melanggar tuntutan Allah s.w.t., kerana itulah maka siapa yang ingin selamat dari siksaan Allah s.w.t. harus sabar sementara atas segala penderitaan dunia didalam mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah s.w.t. dan menahan syahwat hawa nafsu sebab syurga neraka diliputi syahwat-syahwat.
Seorang pejungga berkata: "Dalam usia tua itu cukup pengalaman untuk mencegah orang yang tenang dari sifat kekanak-kanakan, apabila telah menyala api dirambutnya (beruban). Saya melihat seorang itu ingin hidup tenang bila dahan pohon telah menguning sesudah hijaunya. Jauhilah kawan yang busuk dan berhati-hatilah, jangan menghubunginya tetapi bila tidak dapat, maka ambil hati-hatinya, dan berkawanlah pada orang yang jujur tetapi jangan suka membantah padanya, engkau pasti akan disukai selma kau tidak membantah kepadanya. Berkawanlah dengan orang bangsawan dan yang berakhlak baik budinya."
Maka siapa yang berbuat baik pada orang yang tidak berbudi bererti ia telah membuang budi itu kedalam laut. Dan Allah s.w.t. mempunyai syurga yang selebar langit tetapi diputi dengan kesukaran-kesukaran.
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Allah memanggil Malaikat Jibril dan menyuruhnya melihat syurga dengan segala persiapannya untuk ahlinya, maka ketika kembali berkata Jibril: Demi kemuliaanMu, tiada seorang yang mendengarnya melainkan ia akan masuk kedalamnya, maka diliputi dengan serba kesukaran, dan menyuruh Jibril kembali melihatnya, maka kembali melihatnya, kemudian ia berkata: Demi kemuliaanMu saya khuatir kalau-kalau tiada seorangpun yang masuk kedalamnya. Kemudian disuruh melihat neraka dan semua yang disediakan untuk ahlinya, maka kembali Jibril dan berkata: Demi kemuliaanMu tidak akan masuk kedalamnya orang yang telah mendengarnya, kemudian diliputi dengan kepuasan syahwatnya, dan diperintah supaya kembali melihatnya kemudian setelah dilihatnya kembali, berkatanya: Saya khuatir kalau tiada seorangpun melainkan akan masuk kedalamnya."
Juga Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Kamu boleh menyebut tentang neraka sesukamu, maka tiada kamu menyebut sesuatu melainkan api neraka itu jauh lebih ngeri dan lebih keras daripadanya."
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Maimun bin Nahran berkata: "Ketika turun ayat (yang berbunyi) Wa inna jahannam lamau'iduhum ajma'in (yang bermaksud) Sesungguhnya neraka jahannam itu sebagai ancaman bagi semua mereka. Salman meletakkan tangan diatas kepalanya dan lari keluar selama tiga hari baru ditemuikannya.
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik r.a. berkata: "Jibril datang kepada Nabi Muhammad s.a.w pada saat yang tiada biasa datang, dalam keadaan yang berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi Muhammad s.a.w: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?" Jawab Jibril: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu pada saat dimana Allah menyuruh supaya dikobarkan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa neraka jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya." Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Ya Jibril, jelaskan kepadaku sifat jahannam." Jawabnya: "Ya, ketika Allah menjadikan jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutuskan engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yang mengutuskan engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung diantara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam Al-Quran itu diletakkan diatas bukit nescaya akan cair sampai kebawah bumi yang ketujuh. Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang dihujung barat tersiksa nescaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur kerana sangat panasnya, jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan api. Api neraka itu ada mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagian yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."
Nabi Muhammad s.a.w bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah-rumah kami?" Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setangahnya dibawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh kali ganda, maka digiring kesana musuh-musuh Allah s.w.t. sehingga bila telah sampai kepintunya disambut oleh malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu dimasukkan kedalam mulut mereka hingga tembus kepantat, dan diikat tangan kirinya kelehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan dalam dada dan tembus kebahunya, dan tiap-tiap manusia itu digandeng dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sambil dipukul oleh para malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar kerana sangat risau, maka ditanamkan kedalamnya."
Nabi Muhammad s.a.w bertanya lagi: "Siapakah penduduk masing-masing pintu itu?" Jawabnya: "Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafiq, orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mujizat Nabi Isa a.s. serta keluarga Firaun sedang namanya Alhawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, pintu ketiga tempat orang-orang shobi'in bernama Saqar. Pintu keempat tempat iblis laknatullah dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha, pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah. Pintu keenam tempat orang-orang kristien (Nasara) bernama Sa'ie."
Kemudian Jibril diam segan pada Nabi Muhammad s.a.w sehingga Nabi Muhammad s.a.w bertanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?" Jawab Jibril: "Didalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat." Maka Nabi Muhammad s.a.w jatuh pengsan ketika mendengar keterangan Jibril itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi Muhammad s.a.w dipangkuan Jibril sehingga sedar kembali, dan ketika sudah sedar Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummatku yang akan masuk neraka?" Jawab Jibril: "Ya, iaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu."
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w menangis, Jibril juga menangis, kemudian Nabi Muhammad s.a.w masuk kedalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian masuk kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah s.w.t., dan pada hari ketiga datang Abu Bakar r.a. kerumah Nabi Muhammad s.a.w mengucapkan: "Assalamu'alaikum yang ahla baiti rahmah. apakah dapat bertemu kepada Nabi Muhammad s.a.w?" Maka tidak ada yang menjawabnya, sehingga ia menepi untuk menangis, kemudian Umar datang dan berkata: "Assalamu'alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Rasulullah s.a.w?" Dan ketika tidak mendapat jawapan dia pun menepi dan menangis, kemudian datang Salman Alfarisi dan berdiri dimuka pintu sambil mengucapkan: "Assalamu'alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Junjunganku Rasulullah s.a.w.?" Dan ketika tidak mendapat jawapan, dia menangis sehingga jatuh dan bangun, sehingga sampai kerumah Fatimah r.a. dan dimuka pintunya ia mengucapkan: "Assalamu'alaikum hai puteri Rasulullah s.a.w."Kebetulan pada masa itu Ali r.a. tiada dirumah, lalu bertanya: "Hai puteri Rasulullah, sesungguhnya Rasulullah s.a.w. telah beberapa hari tidak keluar kecuali untuk sembahyang dan tidak berkata apa-apa kepada orang dan juga tidak mengizinkan orang-orang bertemu dengannya." Maka segeralah Fatimah memakai baju yang panjang dan pergi sehingga apabila beliau sampai kedepan muka pintu rumah Rasulullah s.a.w. dan memberi salam sambil berkata: "Saya Fatimah, ya Rasulullah." Sedang Rasulullah s.a.w. bersujud sambil menangis, lalu Rasulullah s.a.w. mengangkat kepalanya dan bertanya: "Mengapakah kesayanganku?" Apabila pintu dibuka maka masuklah Fatimah kedalam rumah Rasulullah s.a.w. dan ketika melihat Rasulullah s.a.w. menangislah ia kerana melihat Rasulullah s.a.w. pucat dan sembam muka kerana banyak menangis dan sangat sedih, lalu ia bertanya: "Ya Rasulullah, apakah yang menimpamu?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Jibril datang kepadaku dan menerangkan sifat-sifat neraka jahannam dan menerangkankan bahawa bahagian yang paling atas dari semua tingkat neraka jahannam itu adalah untuk umatku yang berbuat dosa-dosa besar, maka itulah yang menyebabkan aku menangis dan berduka cita." Fatimah bertanya lagi: "Ya Rasulullah, bagaimana caranya masuk?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Diiring oleh Malaikat keneraka, tanpa dihitamkan muka juga tidak biru mata mereka dan tidak ditutup mulut mereka dan tidak digandingkan dengan syaitan, bahkan tidak dibelenggu atau dirantai." Ditanya Fatimah lagi: "Lalu bagaimana cara Malaikat menuntun mereka?" Jawab Rasulullah s.a.w.: "Adapun kaum lelaki ditarik janggutnya sedangkan yang perempuan ditarik rambutnya, maka beberapa banyak dari orang-orang tua dari ummatku yang mengeluh ketika diseret keneraka: Alangkah tua dan lemahku, demikian juga yang muda mengeluh: Wahai kemudaanku dan bagus rupaku, sedang wanita mengeluh: Wahai alangkah maluku sehingga dibawa Malaikat Malik., dan ketika telah dilihat oleh Malaikat Malik lalu bertanya: "Siapakah mereka itu, maka tidak pernah saya dapatkan orang yang akan tersiksa seperti orang-orang ibi, muka mereka tidak hitam, matanya tidak biru, mulut mereka juga tidak tertutup dan tidak juga diikat bersama syaitannya, dan tidak dibelenggu atau dirantai leher mereka? Jawab Malaikat: "Demikianlah kami diperintahkan membawa orang-orang ini kepadamu sedemikian rupa." Lalu ditanya oleh Malaikat Malik: "Siapakah wahai orang-orang yang celaka?"
Dalam lain riwayat dikatakan ketika mereka diiring oleh Malaikat Malik selalu memanggil: "Wa Muhammad." tetapi setalh melihat muka Malaikat Malik lupa akan nama Rasulullah s.a.w. kerana hebatnya Malaikat Malik, lalu ditanya: "Siapakah kamu?" Jawab mereka: "Kami ummat yang dituruni Al-Quran dan kami telah puasa bulan Ramadhan." Lalu Malaikat Malik berkata: "Al-Quran tidak diturunkan kecuali kepada ummat Rasulullah s.a.w.." Maka ketika itu mereka menjerit: "Kami ummat Nabi Muhammad s.a.w" Maka Malaikat Malik bertanya: "Tidakkah telah ada larangan dalam Al-Quran dari ma'siyat terhadap Allah subha nahu ta'ala." Dan ketika berada ditepi neraka jahannam dan diserahkan kepada Malaikat Zabaniyah, mereka berkata: "Ya Malik, diizinkan saya akan menangis." Maka diizinkan, lalu mereka menangis sampai habis airmata, kemudian menangis lagi dengan darah, sehingga Malaikat Malik berkata: "Alangkah baiknya menangis ini andaikata terjadi didunia kerana takut kepada Allah s.w.t., nescaya kamu tidak akan disentuh oleh api neraka pada hari ini, lalu Malaikat Malik berkata kepada Malaikat Zabaniyah: "Lemparkan mereka kedalam neraka." dan bila telah dilempar mereka serentak menjerit: "La illaha illallah." maka surutlah api neraka, Malaikat Malik berkata: "Hai api, sambarlah mereka." Jawab api: "Bagaimana aku menyambar mereka, padahal mereka menyebut La illaha illallah." Malaikat Malik berkata: "Demikianlah perintah Tuhan Rabbul arsy." maka ditangkaplah mereka oleh api, ada yang hanya sampai tapak kaki, ada yang sampai kelutut, ada yang sampai kemuka. Malaikat Malik berkata: "jangan membakar muka mereka kerana kerana mereka telah lama sujud kepada Allah s.w.t., juga jangan membakar hati mereka kerana mereka telah haus pada bulan Ramadhan." Maka tinggal dalam neraka beberapa lama sambil menyebut: "Ya Arhamar Rahimin, Ya Hannan, Ya Mannan." Kemudian bila telah selesai hukuman mereka, maka Allah s.w.t.memanggil Jibril dan bertanya: "Ya Jibril, bagaimanakah keadaan orang-orang yang maksiat dari ummat Nabi Muhammad s.a.w?" Jawab Jibril: "Ya Tuhan, Engkau lebih mengetahui." Lalu diperintahkan: "Pergilah kau lihatkan keadaan mereka." Maka pergilah Jibril a.s. kepada Malaikat Malik yang sedang duduk diatas mimbar ditengah-tengah jahannam. Ketika Malaikat Malik melihat Jibril segera ia bangun hormat dan berkata: "Ya Jibril, mengapakah kau datang kesini?" Jawab Jibril: "Bagaimanakah keadaan rombongan yang maksit dari ummat Rasulullah s.a.w.?" Jawab Malaikat Malik: "Sungguh ngeri keadaan mereka dan sempit tempat mereka, mereka telah terbakar badan dan daging mereka kecuali muka dan hati mereka masih berkilauan iman."Jibril berkata: "Bukalah tutup mereka supaya saya dapat melhat mereka." Maka Malaikat Malik menyuruh Malaikat Zabaniyah membuka tutup mereka dan ketika mereka melihat Jibril mereka mengerti bahawa ini bukan Malaikat yang menyiksa manusia, lalu mereka bertanya: "Siapakah hamba yang sangat bagus rupanya itu?" Jawab Malaikat Malik: "Itu Jibril yang biasa membawa wahyu kepada Nabi Muhammad s.a.w." Ketika mereka mendengar nama Nabi Muhammad s.a.w. maka serentaklah mereka menjerit: "Ya Jibril, sampaikan salam kami kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan beritakan bahawa maksiat kamilah yang memisahkan kami dengannya serta sampaikan keadaan kami kepadanya." Maka kembalilah Jibril menghadap kepada Allah s.w.t. lalu ditanya: "Bagaimana kamu melihat ummat Muhammad?" Jawab Jilril: "Ya Tuhan, alangkah jeleknya keadaan mereka dan sempit tempat mereka." Lalu Allah s.w.t. bertanya lagi: "Apakah mereka minta apa-apa kepadamu?" Jawab Jibril: "Ya, mereka minta disampaikan salam mereka kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan diberitakan kepadanya keadaan mereka." Maka Allah s.w.t. menyuruh Jibril menyampaikan semua pesanan itu kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang tinggal dalam khemah dari permata yang putih, mempunyai empat ribu buah pintu dan tiap-tiap pintu terdapat dua daun pintu dari emas, maka berkata Jibril: Ya Muhammad, saya datang kepadamu dari rombongan orang-orang yang derhaka dari ummatmu yang masih tersiksa dalam neraka, mereka menyampaikan salam kepadamu dan mengeluh bahawa keadaan mereka sangat jelek dan sangat sempit tempat mereka." Maka pergilah Nabi Muhammad s.a.w. kebawah arsy dan bersujud dan memuji Allah s.w.t. dengan ucapan yang tidak pernah diucapkan oleh seorang makhlukpun sehingga Allah s.w.t. menyuruh Nabi Muhammad s.a.w.: "Angkatlah kepalamu dan mintalah nescaya akan diberikan, dan ajukan syafa'atmu pasti akan diterima." Maka Nabi Muhammad s.a.w. berkata: "Ya Tuhan, orang-orang yang durhaka dari ummatku telah terlaksana pada mereka hukumMu dan balasanMu, maka terimalah syafa'atku." Allah s.w.t. berfirman: "Aku terima syafa'atmu terhadap mereka, maka pergilah keneraka dan keluarkan daripadanya orang yang pernah mengucap Laa ilaha illallah." Maka pergilah Nabi Muhammad s.a.w. keneraka dan ketika dilihat oleh Malaiakt Malik, maka segera ia bangkit hormat lalu ditanya: "Hai Malik, bagaimanakah keadaan ummatku yang durhaka?" Jawab Malaikat Malik: "Alangkah jeleknya keadaan mereka dan sempit tempat mereka." Maka diperintahkan membuka pintu dan angkat tutupnya, maka apabila orang-orang didalam neraka itu melihat Nabi Muhammad s.a.w. maka mereka menjerit serentak: "Ya Nabi Muhammad s.a.w., api neraka telah membakar kulit kami." Maka dikeluarkan semuanya berupa arang, lalu dibawa mereka kesungai dimuka pintu syurga yang bernama Nahrulhayawan, dan disana mereka mandi kemudian keluar sebagai orang muda yang gagah, elok, cerah matanya sedangkan wajah mereka bagaikan bulan dan tertulis didahi mereka Aljahanamiyun atau orang-orang jahannam yang telah dibebaskan oleh Allah s.w.t.. Dari neraka kemudiannya mereka masuk kesyurga, maka apabila orang-orang neraka itu melihat kaum muslimin telah dilepaskan dari neraka, mereka berkata: "Aduh, sekiranya kami dahulu Islam tentu kami dapat keluar dari neraka."
Allah s.w.t. berfirman: "Rubama yawaddul ladzina kafaruu lau kanu muslimin." (Yang bermaksud) "Pada suatu saat kelak orang-orang kafir ingin andaikan mereka menjadi orang Muslim."
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Pada hari kiamat kelak akan didatangkan maut itu berupa kambing kibas putih hitam, lalu dipanggil orang-orang syurga dan ditanya: "Apakah kenal manut?" Maka mereka melihat dan mengenalnya, demikian pula ahli neraka ditanya: "Apakah kenal maut?" Mereka melihat dan mengenalnya, kemudian kambing itu disembelih diantara syurga dan neraka, lalu diberitahu: "Hai ahli syurga kini kekal tanpa mati, hai ahli neraka kini kekal tanpa mati." Demikianlah ayat: Wa andzirhum yaumal hasrati idz qudhiyal amru (Yang bermaksud) Peringatkanlah mereka akan hari kemenyesalan ketika maut telah dihapuskan."
Abu Hurairah r.a. berkata: "Janganlah gembira seorang yang lacur dengan suatu nikmat kerana dibelakangnya ada yang mengejarnya iaitu jahannam, tiap-tiap berkurang ditambah pula nyalanya."
Share: