Thursday, 8 October 2015

Ini Faktor Penyebab Rupiah Meroket

Banyak yang kaget rupiah menguat drastis atau dollar anjlok. Jangan-jangan ini, jangan-jangan itu? Hehe. Non-farm Employment Change (NFP) adalah data ekonomi bulanan yang terjadi pada setiap hari jumat malam pada minggu pertama. NFP ini adalah data jumlah tenaga kerja baru non pertanian yang bekerja di perusahaan negeri dan swasta dengan gaji sesuai upah minimum di Amerika. Nah jumat kemaren rilis datanya jauh di bawah ekspektasi.
Pada malam jumat kemaren, semua mata uang terhadap dollar menguat tajam, ya ini fenomena bulanan, biasa. Faktor lain seperti Fed yang batal menaikkan suku bunga, data deflasi Indonesia di bulan Oktober, paket ekonomi tahap 2, ragam percepatan pembangunan infrastruktur serta geliat pertumbuhan ekonomi seperti yang sudah pernah saya bahas 2 bulan lalu, 25 Agustus 2015 Dollar, orang gila serta kabinet kerja dan doa menjadi satu kekuatan yang menunjukkan bahwa klaim saya tentang funamental ekonomi Indonesia sangat bagus (dalam kondisi global seperti sekarang) tidak bisa dibantah dengan opini yang sifatnya persepsi. Tentu saja ini menjadi pembeda jika dibandingkan negara lain yang masih terkoreksi tajam atau tertekan oleh dollar.
Secara tekhnikal, candle yang terbentuk 2 hari terakhir cukup memungkinkan rupiah akan terus menguat. Apalagi secara fundamental data Amerika (minimal) seminggu ke depan masih di zona merah. Jika berhasil tembus dan melewati harga terendah bulan september, 14.130/dollar, mungkin angka akan terus bergerak membentuk support and resistance baru dan harga menuju di bawah 14.000.
Jika sampai akhir Oktober harga tutup di bawah 14.130, dalam teori candle ini disebut bearish engulfing yang menandakan sinyal sangat kuat untuk penguatan rupiah. Tentu saja dengan catatan Amerika tetap di zona merah dan tidak menaikkan suku bunganya, atau negara lain seperti Inggris, Eropa, Swiss dan Jepang berhasil memukul mundur dollar.
Gambar bawah: investing
Gambar atas: forexfactory
investing.com

Source : kompasiana.com
Share:

0 komentar:

Post a Comment